MATARAM - Senin (14/7) besok, investor asal Dubai Uni Arab Emirat Emaar Properties akan menyampaikan presentasinya membangun kawasan wisata Mandalika Lombok Tengah di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta. Di sana, Emaar Properties yang mengambil alih lahan PT Pengembangan Pariwisata Lombok seluas 1.250 hektar, akan menanamkan modalnya sebesar US 700 juta atau sekitar Rp7 triliun.
Adanya presentasi Emaar Properties tersebut berdasar surat yang diterima Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata dari Deputi Bidang Usaha Logistik dan Pariwisata Kementerian BUMN. ”Ini bagian dan kelanjuta dari rencana Emaar Properties yang dijadwalkan konstruksinya mulai Januari 2009, ” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Pronvinsi NTB.
Presentasi masterplan dan bisnis yang dilakukan oleh Emaar Propertis ini akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu bersama dua orang Staf Khusus Wakil Presiden M Abduh dan Gembong Prijono dan disertai pula kehadiran Menurut Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Lalu Fathurrahman, menjelaskan bahwa terlaksananya pembangunan Mandalika tersebut adalah target dari pemerintah Indonesia. Kawasan yang diambil alih oleh PT Perusahaan Pengelola Aset sebagai buntut macetnya kredit PT Pengembangan Pariwisata Lombok sebesar Rp1,3 tiriliun itu, diserahkan kepada BUMN pariwisata PT Bali Tourism Development Corporation - yang selama ini mengelola kawasan wisata Nusa Dua di Bali - sebagai mitra Emaar Properties. ”Ini harus segera direalisasikan,” ujar Fathurrahman kepada LombokNews.
Di sana, sudah mendaftar jaringan hotel bintang Giorgio Armana dan Ritz Carlton membangun hotelnya Untuk kepentingan investasi Emaar Properties di kawasan Mandalika tersebut, Pemerintah Indonesia segera menyelesaikan masalah pembebasan tanah.(supriyantho khafid)


