MATARAM - Guna ikut memajukan pariwisata Lombok, sebuah hotel berbintang 5 The Santosa Villas & Resort di kawasan wisata Senggigi membuka Press Club yang keanggotaannya terbuka untuk semua wartawan dimanapun berada, tanpa dipungut biaya. Sebagai bentuk kepedulian dari manajemen hotel milik pengusaha nasional asal Yogyakarta Umar Santosa dibawah bendera PT Intan Laut Selatan itu, The Santosa Press Club (TSPC) memberikan diskon harga kamar dan bebas akses internet.
Guest Service & Villa Manager The Santosa Fanny Tulandi yang merilis Press Club pada di sela Media Gathering di hotelnya, Sabtu (5/7) malam, menyatakan ingin membangun hubungan menggunakan database club. ”Prss club ini untuk membangun pertumbuhan industri pariwisata di sini,” ujar Fanny kepada LombokNews.
The Santosa merupakan nama baru hotel Intan Laguna atau kemudian bernama Intan Lombok Village yang sedang dalam penyelesaian membangun baru hotel yang dilengkapi ballroom terbesar di Lombok yang dapat digunakan MICE (meeting, incentive, conference, exhibition) yang menggunakan dana tambahan sendiri sebesar Rp20 miliar.
Berada di kawasan wisata Senggigi yang luas lahan yang dimilikinya mencapai 7,9 hektar atau 790 are yang nilai harga tanah di Senggigi sudah mencapai Rp100 juta per are - berarti nilai lahan The Santosa sebesar Rp79 miliar, dana baru itu digunakan juga merombak kamar-kamar bungalownya yang semula 52 unit dikurangi menjadi 37 unit agar dapat memperluan taman. Ditambah 125 unit wing room dan 32 superior room keseluruhannya menjadi 194 unit. Harga kamarnya dirilis mulai dari US $ 85 sampai US $ 500 belum termasuk pajak.
Winarno - General Manager The Santosa, juga menjelaskan bahwa keberanian mengucurkan tambahan dana Rp20 miliar itu, melihat tren bisnis pariwisata meningkat. Di Bali, kecenderungan kunjungan wisatawan sejak 2007 meningkat. Sejarah kepariwisataan Lombok selama 1989-2000 yang maju. ”Sekarang target tidak lagi overseas tapi lokal dalam negeri,” katanya.
Sekarang ini di hotelnya, hunian kamar sudah mencapai 30 persen, dinilai membaik walaupun dalam masa pembangunan baru. Targetnya 50 persen bisa dicapai setelah selesainya pembangunan baru. ”Kami sudah mandiri. Tidak lagi menggunakan tenaga asing,” ucapnya.(supriyantho khafid)


