Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Tuesday, 8 July 2008 • MEDIA

MATARAM - Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat Syukri Aruman menilai TV One terlalu awal menyiarkan hasil Quick Count (perhitungan cepat) Lingkaran Survei Indonesia - Jaringan Isu Publik sebelum penyoblosan pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTB yang resminya ditutup pada pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah.

Menurut Syukri Aruman yang juga masuk sebagai anggota bidang pengawasan siaran, seharusnya lembaga penyiaran mematuhi ketentuan Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan pemungutan suara dilakukan mulai pukul 07.00 hingga pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah. Yang berarti penghitungan suara bisa dimulai setelah ditutup. ”Kalau dilakukan penyiaran sebelum berakhir kan ada yang terprovokasi,” katanya sewaktu dimintai pendapatnya, Selasa (8/7). Ia mengatakan bahwa dengan penayangan terlebih dahulu dari waktu yang ditentukan itu tidak memberikan azas berimbang.

Sebelumnya, di ruang kerjanya, Ketua KPUD NTB Mahally Fikri menyesalkan adanya penayangan quick count (penghitungan cepat) yang dilakukan TV One berdasar sumber yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia sebelum waktu penyoblosan berakhir pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Menurutnya, sudah mendengar adanya quick qount pukul 12.46 Wita. ”Masih ada waktu 15 menit untuk memilih di TPS. Orang yang belum menyoblos kan bisa terpengaruh,” ucapnya.

Karena itu, Syukri Aruman mengatakan KPID NTB akan menyurati TV One yang menayangkan melalui running text sebelum selesai penyoblosan. Sebab, yang dikawatirkan bisa menguntungkan kelompok yang sudah disebut memenangkan penghitungan suara.

Syukri Aruman yang pernah aktif di stasiun radio swasta dan juga pernah menjadi wartawan cetak, juga mengatakan adanya keluhan pendengar RRI Stasiun Mataram yang menyelenggarakan Laporan Aktual Hasil Penghitungan Suara mulai pukul 14.00. Sebab, ada kecenderungan penelpon yang condong terhadap salah satu kubu calon Gubernur-Wakil Gubernur berulang kali menyuarakan kemenangannya. ”Ada upaya cenderung didominasi. Ada like and dislike,” kata Syukri yang ikut mendengarkan acara tersebut, selepas Isya, Senin (7/7) malam.

Namun, salah seorang moderator acaranya, Lale Min Mardiati mengaku ada masyarakat penelpon yang tiga kali melaporkan dari satu lokasi. Namun dijelaskan, moderator segera mengalihkan pendapat penelpon ke tujuan acara tersebut dan teleponnya dihentikan. Acara yang dipandu Lale tersebut, melibatkan partisipasi warga di pelosok yang tidak terjangkau reporter RRI Stasiun Mataram.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com