MATARAM - 100an aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (BEM NTB) Raya dan Kesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB mendatangi anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) NTB dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gubernur-Wakil Gubernur NTB di kantornya masing-masing, Sabtu (5/7) siang.
Mereka memberikan kacamata sebagai simbolis agar lebih peka melihat pelanggaran yang dilakukan pasangan calon Gubernur-Wagub NTB yang melakukan black campaign dan intimidasi terhadap warga. ”Di desa-desa di Lombok Tengah dan Lombok Timur, warga dipaksa memilih seorang anggota tim sukses,” kata anggota Departemen Politik BEM NTB Raya Sawaludin. Ia meminta KPUD NTB dan Panwaslu NTB bertindak.
Kampanye menjelek-jelekan pasangan lain juga ditemukan menggunakan stiker yang menyudutkan Gubernur NTB Lalu Serinata yang maju lagi bersama Sekretaris PDIP NTB M Husni Djibril.Juga adanya stiker yang mengungkap pribadi mantan Sekretaris Daerah NTB Nanang Samodra yang berpasangan dengan Ketua DPD PAN NTB Muhammad Jabir.
Anggota KPUD NTB Mahsan yang menemui mereka meminta melaporkan ke Panwaslu dan apabila sebagai perkara pidana ke polisi. ”Mereka yang berwenang,” kata Mahsan.
Ketua Panwaslu NTB Ajun Komisaris Besar Suwarno juga menyarankan para pelapor korban stiker gelap pencemaran calon itu menyampaikannya ke polisi sebagai tindak pidana umum. ”Sudah dilakukan pengaduan ke polisi,” ujarnya.(supriyantho khafid)

