MATARAM - Para calo penerimaan mahasiswa baru Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Mataram sudah bergentayangan menyoba melakukan penipuan. Para calon mahasiswa ditawari kelulusan dengan kompensasi biaya Rp30 juta-Rp40 juta. Uangnya sudah disimpan di rekening calon mahasiswa sendiri tetapi bukunya dipegang oleh para calonya.
Taktiknya, pembiayaannya akan dicairkan oleh para calo kalau sudah dipastikan lulus seleksi. Tetapi yang dikawatirkan, ada para calon yang sudah membayar langsung kepada para calo ataupun melalui setoran ke rekeningnya. ”Jangan sampai terkecoh penipuan yang mengandalkan spekulasi,” kata Kabag Humas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Ibnu Salim, Rabu (2/7) siang.
Karenanya, ia menghimbau Pemerintah Kabupaten dan Kota se NTB melakukan pengarahan calon mahasiswa dari masing-masing daerahnya tidak sampai terjebak tawaran penipuan tersebut. Ibnu pun meyakini tidak ada pegawai negeri sipil yang bertindak sebaga calo. Sebab, kalau ketahuan akan membawa resiko kariernya.
Mulai tahun akademik 2008/2009 ini, di Mataram dibuka IPDN yang telah menerima 802 orang pendaftar, namun 794 orang yang memenuhi syarat administrasi dan yang akhirnya lolos untuk mengikuti seleksi psikologi.
Setelah tahun akademik 2007/2008 tidak menerima mahasiswa baru, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali menerima mahasiswa baru. Tahun akademik 2008/2009 ini, sebanyak 1.000 orang mahasiswa baru akan diterima dan ditempatkan di lima kampus di Jatinangor Jawa Barat, Mataram NTB, Baos Sumatera Barat dan Pekanbaru Riau. Untuk kampus daerah, mahasiswa yang akan ditampung belajar di sana masing-masing 100an orang.(supriyantho khafid)

