MATARAM - Penyandang cacat di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam jumlah tinggi. Tercatat 21.120 orang diantaranya 7.747 jiwa anak cacat. Jumlah tersebut termasuk cacat netra 4.099 jiwa, rungu wicara 3.088 jiwa dan cacat mental 2.764 jiwa. Kepada mereka yang dinilai cacat berat selama setahun ini, 2008, sebagai uji coba sebanyak 761 orang di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur dan Kota Bima masing-masing diberikan Bantuan Dana Jaminan Sosial Bagi Penyandang Cacat Berat setiap bulan Rp300 ribu.
”Mulai awal Juli nanti bantuan untuk biaya hidup tersebut dibayarkan. Kartunya sudah di daerah masing-masing,” ujar Kepala Sub Dinas Rehabilitasi Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Perempuan (Kessos dan PP) NTB Muhammad Sukran kepada LombokNews, Kamis (26/6) pagi. Karena mereka adalah penyandang cacat berat, maka bekerja sama dengan PT Pos, pembayaran dana tersebut diantarkan langsung ke rumah yang berhak menerimanya.
Para calon penerima bantuan tersebut di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 261 orang, di Kabupaten Lombok Timur 310 orang dan di Kota Bima 185 orang. NTB adalah termasuk lima provinsi - lainnya Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, Jambi dan Jawa Timur - di Indonesia yang baru kebagian bantuan dana tersebut dalam tahun ketiga setelah diberikan kepada Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan sejak 2006 lalu.
Menurut Sukran, kebanyakan penyandang cacat di NTB disebabkan bawaan dari dalam kandungan. Diduga faktor kesehatan karena miskin sehingga kandungannya tidak terurus. Sebagai isu aktual yang didapat Dinas Kessos dan PP NTB, kemiskinan merupakan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang jumlahnya semakin meningkat. Apabila tidak segera ditangani, akan menimbulkan permasalahan sosial lain seperti kecacatan, ketunaan dan keterlantaran.(supriyantho khafid)


