Lombok Sumbawa Online
Google
 
Sunday, 22 June 2008 • KESEHATAN

MATARAM - Penderita HIV dan AIDS sudah menyebar di sembilan kota dan kabupaten se Nusa Tenggara Barat (NTB). Meskipun asal usul terjangkitnya tidak semuanya berasal dari daerahnya sendiri, namun berdasarkan kependudukannya mereka ber-KTP di kota dan kabupaten setempat. Seorang ibu rumah tangga, 25 tahun, asal Raba Bima meninggal menyusul suaminya yang meninggal terlebih dahulu di Samarinda Kalimantan Timur dan seorang anak yang ditinggalkannya mengalami pneumonia (paru-paru) berat.

Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) NTB Rohmi Khoiriyati dan Kepala Sub Dinas Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan NTB dr.Moch.Ismail menjelakan kondisi terakhir penyebaran penderita HIV-AIDS di NTB tersebut, Sabtu (21/6) siang. ”Jadi penderita HIV-AIDS sudah ada di semua daerah kota dan kabupaten di NTB,” ujar Rohmi.

Diketahui adanya penderita asal Raba Bima tersebut setelah yang bersangkutan di rujuk ke RSUD Mataram karena di Kota Bima belum ada klinik VCT (Voluntary Concelling and Testing). ”Anaknya perempuan berusia empat tahun juga diduga menderita HIV,” kata Rohmi yang sehari-hari adalah Kepala Bagian Kesehatan Biro Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi NTB.

Jadi dalam sebulan terakhir Mei 2008, ada tambahan lima kasus yaitu dua kasus HIV dan tiga kasus AIDS. Dan selama lima bulan 2008 ini, terdapat 11 kasus HIV dan 9 kasus AIDS di NTB. Secara kumulatif penderita HIV sudah mencapai 123 orang dan AIDS nya sebanyak 66 orang. Ironisnya, ibu rumah tangga dan kelompok ojek, TKI dan TKW, dan anak-anaknya diketahui menjadi korban HIV/AIDS. Tujuh dari sembilan anggota kelompok ojek di Lombok Timur yang bukan dari keluarga mampu terkena HIV karena pemakai narkoba menggunakan jarum suntik

Dari catatan KPA NTB, ada 22 orang ibu rumah tangga yang terkena, empat orang anak bayi di bawah lima tahun (balita), diantaranya bapak ibunya sudah meninggal terlebih dahulu. Seorang anak usia 10 tahun masih hidup, namun mengalami sakit terus menerus sehingga tidak dapat sekolah. ”Walaupun pria tiga kali lebih banyak, tetapi ibu rumah tangga yang terkena meningkat,” kata Rohmi.

Rohmi juga mengutarakan munculnya pria pekerja seksual (PPS) yang dikawatirkan menambah panjang daftar penderita di NTB. Mereka tidak hanya memberikan pelayanan sesama jenis ? diantaranya waria - tetapi juga berlainan jenis. Dari data yang ada, tanpa menyebutkan lokasi menemukan satu kecamatan saja terdapat enam orang PPS. ”Mereka betul-betul menjajakan dirinya,” ucap Rohmi.

Menurut Moch. Ismail, diketahui semakin banyaknya jumlah penderita penyakit yang belum ada obat penyembuhannya tersebut adalah semakin baik untuk pencegahan penularannya. Beda dengan program penanganan penyakit yang lain diantaranya karena penyakit flu burung yang harus dikecilkan oleh jajaran Dinas Kesehatan NTB. ”Tidak diketahui seberapa besarnya.Ibaratnya seperti gunung es,” ucapnya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» PELANTIKAN GUBERNUR NTB DITUNDA
08/28/2008 06:16 pm | 2 Comments
» MENDAKI RINJANI YANG CANTIK
08/28/2008 10:45 am | 1 Comment
» INDUSTRI AGRO DI PULAU SUMBAWA
08/28/2008 10:42 am | 3 Comments
» ABDUL MALIK JADI SEKDA NTB
08/27/2008 10:32 am | 4 Comments
» KPUD NTB KAWATIR JADWAL PELANTIKAN GUBERNUR NTB TERPILIH TERGANGGU
08/27/2008 04:29 am | 3 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge