Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Tuesday, 17 June 2008 • DAERAH

MATARAM - Setahun terakhir ini, wanita tuna susila (WTS) yang terjaring razia dan dibina di Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Budi Rini adalah perempuan lokal Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka terbanyak berasal dari pulau Lombok. Tidak sebagaimana sebelumnya, banyak yang berasal dari Jawa. Kecenderungan, merupakan fenomena baru, semakin banyak yang ditemukan hamil pada saat terjaring. Bahkan, ada 13 bayi yang dilahirkan sewaktu masih di dalam binaan PSKW Budi Rini, seorang diantaranya dilahirkan oleh seorang gelandangan yang mengalami psikotik.

Diantara WTS yang terjaring razia Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan diterima oleh menjadi kelayan PSKW PSKW Budi Rini, diketahui dari hasil pemeriksaan darahnya, ada 90 persen mengalami penyakit kelamin dan sampai kini ada tiga orang yang diketahui mengidap penyakit HIV. ”Seorang diantaranya terparah kena HIV sehingga tidak dapat menjalani pembinaan,?? ujar Turyani Wismaningsih - Kepala PSKW Budi Rini kepada wartawan di kantor Gubernur NTB, Selasa (17/6) siang.

Rata-rata yang terjerumus menjadi pelacur karena masalah internal keluarga. Karena itu, yang tidak memiliki keluarga di kampung asalnya tidak diizinkan pulang sebelum ada yang bertanggung jawab. ”Ada yang bapaknya sudah tidak ada dan ibunya di panti jompo. Saudaranya juga tidak ada,” kata Wismaningsih.

Adapun bayi yang dilahirkan, umumnya tidak diketahui siapa laki-laki yang menghamilinya. Dikawatirkan terjadinya jual beli bayi oleh germo yang melakukannya. Namun, ucap Wismaningsih, ada pula seorang WTS asal Surabaya yang melahirkan bayinya namun tidak bersedia menyerahkan anaknya untuk diadopsi.

Sewaktu berada dalam pembinaan, tidak sedikit germo dan orang-orang suruhannya yang mengaku sebagai suami datang menjemput agar secepatnya keluar dari PSKW Budi Rini yang menjalankan pembinaan hingga setahun. Bahkan ada pula yang sampai bersedia dinikahkan tetapi setelah tiga bulan diketahui pisah lagi.

Saat ini, PSKW Budi Rini sedang membina 35 orang kelayan untuk menerima bekal. Setahunnya, rata-rata 60 orang yang dibawa oleh Polisi Pamong Praja utamanya menjelang Ramadhan yang melakukan razia di hotel melati, atau kafe bahkan rumah kos.

Para WTS yang ditampung di PSKW Budi Rini adalah mereka yang kebanyakan tidak berasal dari kalangan terpelajar, pendidikannya hanya Sekolah Dasar. Sedangkan ibu rumah tangga yang terjaring razia dinilai sebagai perselingkuhan dikembalikan kepada keluarganya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge