MATARAM - Selaku Ketua Umum Partai Demokrasi Kebangsaan Ryass Rasyid mengatakan Indonesia mendatang setelah pemilu 2009, harus dipimpin oleh presiden yang baru. Sebab, Indonesia memerlukan perubahan. Kalau tidak begitu, Indonesia tidak memperoleh kemajuan. ”Itu pointnya. Kita perlu calon presiden yang lebih bagus dari yang sekarang,” ujarnya kepada LombokNews, Kamis (12/6) malam, di Mataram.
Kemudian ia mengatakan adanya dampak baik munculnya tokoh-tokoh nasional yang mempromosikan dirinya di berbagai media yang menyuarakan dirinya agar dikenal. Sebab, Ryass Rasyid melihat adanya lapangan kerja yang terbuka dengan adanya iklan poster yang memberikan uang kepada yang menganggur sehingga memperoleh pekerjaan. ”Uang beredar di daerah berapa miliar akhir-akhir ini. Dari pada diam semua,” katanya. Mengenai siapa nantinya yang dipilih sebagai presiden adalah urusan rakyat.
Mereka yang muncul mempromosikan dirinya itu lewat iklan di berbagai media itu bukan membodohi rakyat karena tidak menipu. Dikutipnya Sutrisno Bachir yang mengatakan hidup adalah perubahan. ”Memang tidak bisa berbuat kalau tidak hidup. Sebenarnya tidak ada yang baru,” ujarnya.
Sebelumnya, sewaktu berbicara sebagai Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia di depan peserta musyarawah nasional ke-3 yang berlangsung di gedung Graha Bhakti Praja kantor Gubernur NTB, dua kali keliru mengucap Presiden kepada Jusuf Kalla yang hadir di sana sehingga menimbulkan tawa yang hadir. ”Bukan sengaja. Betul-betul keseleo. Kalau sengaja kan ketahuan. Mudah-mudahan itu pertanda baik. Tadi itu memang keseleo,” ucapnya sewaktu dikonfirmasi.
Ryass Rasyid pun mengatakan Partai Demokrat Kebangsaan yang dipimpinnya akan maju pada pemilihan umum 2009 mendatang. ”Berdasarkan undang-undang, partai saya masuk 16 partai yang bisa ikut pemilu mendatang,” ujarnya. Namun ia belum dapat mengemuakan rencananya pada pemilihan presiden mendatang.(supriyantho khafid)


