Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Tuesday, 10 June 2008 • AGAMA

MATARAM - Warga Jamaah Ahmadiyah di Mataram menunggu keputusan Pengurus Pusat Ahmadiyah di Jakarta setelah adanya surat keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung, Senin (9/6) kemarin. Ketua Cabang Ahmadiyah Mataram Drs. Udin mengatakan akan mentaati keputusan tersebut apabila dinilai sesuai Pancasila dan konstitusi. ”Pimpinan pusat sedang memperlajari, kami diminta cooling down,” ujar Udin, 43 tahun, bapak dua orang anak, yang sehari-hari Dosen Bahasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram, kepada LombokNews, Selasa (10/6) pagi.

Saat ini ada 33 kepala keluarga (KK) atau 137 jiwa warga Ahmadiyah di Asrama Transito Mataram dan 14 KK atau 53 jiwa di penampungan ex RSUD Praya di Kabupaten Lombok Tengah. Mereka sudah lebih dua tahun ditampung setelah rumah-rumah mereka di komplek perumahan BTN Bumi Asri, Dusun Ketapang, Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat yang ÿdirusak dan dibakar warga, 4 Pebruari 2006.

Sebelumnya, Walikota Mataram Moh.Ruslan pada pertemuan silaturahmi tokoh agama dan tokoh masyarakat di kantornya mengatakan mempersilahkan warga Ahmadiyah tinggal di daerahnya, dengan catatan tidak dalam lingkungan menyendiri. ”Tetapi hendaknya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat segera memulangkan mereka. Agar tidak menimbulkan masalah baru di kota,” ucapnya.

Udin yang tidak ikut tinggal di Asrama Transito Mataram karena menempati rumahnya sendiri di kompleks BTN Sweta bersama enam keluarga lainnya, mengatakan anggotanya bersedia dipulangkan ke rumah masing-masing asalkan memperoleh jaminan keamanannya. ”Kepulangan ini ditunggu sejak lama. Harus sepengetahuan pemerintah agar tidak disalahkan kalau terjadi penyerangan lagi,” kata Udin.

Sarim Ahmadi asal Pancor Lombok Timur juga mengatakan meminta jaminan keamanan agar bisa pulang. ”Bagus kalau boleh pulang asal dijamin keamanannya,” ujarnya kemudian.

Bulan Mei 2008 lalu, untuk kedua kalinya, wakil-wakil Jamaah Ahmadiyah di Mataram itu telah menyoba mencari suaka ke Konsulat Australia dan Jerman di Denpasar. Namun, Konsulat Australia tidak menerima kedatangan mereka. ”Sedangkan konsulat Jerman menemui kami. Tapi kalau politik urusannya di Kedubes di Jakarta,” ucap Sarim.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» MUHARRAR TIDAK LOLOS VERIFIKASI, WARGA DEMO KPUD
10/13/2008 02:18 am | 49 Comments
» SEBULAN 14.650 WISATAWAN KE NTB
10/12/2008 01:57 am | 2 Comments
» MASIH KECIL KUNJUNGAN WISATAWAN KE NTB
10/11/2008 10:46 am | 2 Comments
» HAK PATEN UNTUK LISTRIK TENAGA AKI
10/10/2008 10:42 pm | 1 Comment
» SEBULAN TKI KIRIM RP38 MILIAR
10/10/2008 04:36 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge