MATARAM - Untuk memantau pembuangan tailing (limbah) tambang tembaga, perak dan emas yang digarap oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di perairan Teluk Senunu Kabupaten Sumbawa Barat, hadir sebuah kapal yang memiliki fasilitas canggih Tenggara Explorer. Kapal ini mampu mengambil tailing pada kedalaman 1.500 meter di bawah permukaan laut. Menggunakan centongnya khusus berbentuk kotak ukuran panjang lebar dan tingginya masings 30 senti untuk mendapatkan sampel sebanyak 500 mililiter.
Kapal ini dilengkapi peralatan penelitian yang canggih seperti Remotely Operated Vehicle (ROV), yaitu wahana kendali jarak jauh. Suatu alat yang dikendalikan dari jarak jauh dan mampu menyelam hingga kedalaman 250 meter di bawah permukaan laut. Alat ini digunakan utk memantau kondisi pipa tailing bawah laut PT NNT. Tidak berawak dan dilengkapi kamera monitor. ”Dengan alat ini dapat juga dideteksi perilaku tailing saat keluar dari ujung pipa tailing bawah laut,” ujar Manajer Public Relations PT NNT Kasan Mulyono kepada LombokNews, Rabu (4/6) pagi.
Tenggara Explorer juga memiliki CTD (Conductivity, Temperature & Depth). Yaitu alat untuk mengukur parameter fisik air laut seperti konduktivitas, suhu, dan kedalaman. Kemudian ada Go Flo yaitu alat untuk mengambil sample air laut. Sekali ambil, alat ini mampu menampung sekitar 5 liter air laut. Juga Box Corer, alat untuk mengambil sampel sedimen dasar laut.Alat keempat di sana adalah D- GPS (Digital Global Positioning System) yang digunakan untuk menentukan posisi atau kordinat stasiun pengambilan sampel. Sedangkan peralatan lainnya yang dimiliki berupa Echo Sounder digunakan untuk mengukur kedalaman dasar laut. Alat ini bekerja berdasarkan suara yang dipantulkan oleh alat ini ke permukaan dasar laut.
Dengan kemampuan ini, pemetaan dampak penempatan tailing bisa dilakukan untuk daerah yang lebih luas dan jauh. Selain itu, kapal juga dirancang untuk mendukung program inspeksi tailing bawah laut yang menggunakan peralatan ROV. Kapal ini dilengkapi peralatan elektronik navigasi komunikasi dan alat keselamatan yang canggih serta ruang akomodasi yang mampu menampung 12 orang.
Kapal yang disewa PT NNT dari PT Indonusa Tenggara Marine ini sebesar US $ 1 juta per tahun tersebut dioperasikan selama tujuh hari dalam sebulan oleh kontraktornya, PT Indonusa Tenggara Marine.Tenggara Explorer yang dibuat oleh galangan kapal SBF Shipbuilders Henderson Wester Australia, 2007 lalu itu, memiliki panjang 324 meter, lebar 7,9 meter draft 1,8 meter dan dijalankan oleh dua mesin utama dan dua mesin pembantu serta satu genset penerangan berkapasitas bahan bakar 200 liter per jam.(supriyantho khafid)


