MATARAM - Lebih 100 mahasiswa Mataram mendatangi Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) Kamis (5/6) siang. Mereka melakukan aksi demo menuntut dibubarkannya Front Pembela Islam. Tuntutan segera dibubarkannya Front Pembela Islam (FPI) karena dinilai sering melakukan tindakan anarkis yang meresahkan masyarakat.
Para pendemo juga meminta ketegasan Polda NTB untuk mencari tahu keberadaan orang FPI yang diduga juga ada di NTB, ”Kami meminta agar Polda NTB tidak ragu-ragu mengambil tindakan tegas,” kata Kordinator Aksi dari Lembaga Advokasi Rakyat untuk Demokrasi (LARD) Taufiqhurahman.
Para peserta aksi demo yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan Untuk Toleransi NTB (AKUR NTB), berasal dari sejumlah kelompok pegiat lembaga swadaya masyarakat diantaranya, Lembaga Studi Kemanusiaan (Lensa) NTB, Lembaga Advokasi Rakyat Demokrasi (LARD), Perhimpunan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKRI), Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN NTB.
Mereka menyerukan pemerintah dan jajarannya agar dalam waktu seminggu sudah membubarkan FPI bersama kelompok-kelompok di bawahnya. Karena, organisasi tesebut mereka menilai mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Meminta supaya menangkap dan memenjarakan para pel;aku dan pimpinan kekerasan di Monas serta memenjarakan actor intelektual di balik kasus tersebut, selain itu mereka juga meminta kepada Pemerintah Daerah agar berindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang ringan tangan menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.(supriyantho khafid)




