MATARAM - Pembagian dana bantuan langsung tunai (BLT) di kota Mataram baru akan dibicarakan kordinasi pembayarannya, Selasa (27/5) besok. Jumlah calon penerimanya 21.732 kepala keluarga (KK) atau berkurang 7 persen dari seharusnya 30.000an KK seperti penerima BLT tahun sebelumnya. Jumlah penerima BLT yang berkurang dibanding pembagian sebelumnya itu. Data penduduk miskin dari 365.343 jiwa penduduk kota Mataram banyak berbeda antar Badan Pusat Statistik (BPS) dengan yang lain.
Karenanya, Walikota Mataram Moh.Ruslan meminta verifikasi menyusutnya penerima di daerahnya tersebut. ”Datanya rancu. Jumlah penerima tersebut juga kurang 7.000an dari keluarga penerima beras miskin (raskin),” ujarnya, sewaktu ditemui di kantor Gubernur NTB, Senin (26/5) siang. Ruslan juga mengatakan pegawai negeri sipil golongan I tidak boleh menerimanya.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru Senin (26/5) siang melakukan rapat penanganan dampak subsidi BBM dan peluncuran BLT. Mengutip data yang diperoleh dari BPS, di NTB ada sebanyak 567.578 rumah tangga miskin (RTM). Data RTM sangat miskin, miskin dan hampir dari BPS ini yang tetap digunakan. ”Selama program BLT tahun 2008 ini, tidak menerima atau membuka pendaftaran. Tetap konsisten data yang ada sampai pembaharuan data 2009,” kata Gubernur NTB Lalu Serinata.
Terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Timur 147.767 RTM. Kabupaten Lombok Tengah 129.915, Kabupaten Lombok Barat 121.610, Kabupaten Bima 52.454, Kabupaten Sumbawa 46.093, .Kabupaten Dompu 30.631, Kota Mataram 21.732, Kabupaten Sumbawa Barat 9.739, dan Kota Bima 8.673.
Menurut Gubernur NTB Lalu Serinata, penyaluran BLT dilakukan melalui kantor pos yang ada. ”Pihak kantor pos yang menyalurkan kartu dan mencairkan dananya,” ucapnya. Pencairan tahap pertama Juni, Juli, Agustus 2008 sebesar Rp300.000 per rumah tangga. Sedangkan tahap II bulan September, Oktober, Nopember dan Desember sebesar Rp400.000.
Sedangkan program penyaluran raskin yang semula 12 kilogram untuk 8 bulan meningkat menjadi 15 kilogram untuk 10 bulan dengan harga Rp1.600 per kilogram. Kegiatan pasar murah masing-masing Rp50 ribu per KK.(supriyantho khafid)


