MATARAM - Pemerintah Jepang membantu pembangunan 17 unit jembatan keseluruhannya sepanjang 465 meter pada jalur Tongoloka ? Lunyuk sejauh 65,80 kilometer di selatan Sumbawa. Hibah lebih Rp100 miliar yang diberikan melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) tersebut akan diselesaikan dalam waktu setahun mendatang. Ini bagian dari 38 unit jembatan yang diberikan untuk membuka isolasi wilayah selatan Sumbawa tersebut. Sebelumnya, setahun terakhir, sudah dibangun pada fase pertama 8 unit jembatan keseluruhannya sepanjang 210 meter pada jalur Sejorong - Tongoloka.
Kepastian dibangunnya jembatan tersebut disampaikan oleh Deputy Representative JICA Indonesia Office Kiichi Tomiyo bersama Diiektur Jalan dan Jembatan Wilayah Timur Direktorat Jenderal Bina Marga Rully Tahir sewaktu menemui Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata di kantornya, Senin (19/5). ”Kami akan segera membangun jembatan itu,” katanya.
Semula, yang diusulkan 30 unit untuk memperoleh dana hibah Pemerintah Jepang. Pemerintah Provinsi NTB diminta untuk membantu penyiapan base camp seluas satu hektar untuk kepentingan operasional pekerjaan konstruksinya. Sebab, di medan jalan yang dibuka tersebut terdapat tanjakan naga yang sangat tinggi sekali.
Alternatif menghindari kesulitan mendatangkan peralatan dan materialnya, Lalu Serinata menawarkan pengangkutannya melalui pelabuhan lokal Lunyuk. Selain itu, juga menjamin kepedulian masyarakat untuk membantu kelancaran pelaksanaan konstruksi yang banyak melewati hutan. ”Ini juga untuk memudahkan transportasi yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ucap Serinata.(supriyantho khafid)

