Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Wednesday, 14 May 2008 • EKONOMI

MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) merancang kawasan pulau Sumbawa sebagai daerah industri. Rekomendasi industrialisasi kawasan pulau Sumbawa tersebut dilakukan untuk mendaya gunakan potensi produksi pertanian berupa jagung, kopi, beras, jarak, ikan, dan tebu. Investor asing asal Cina dan Korea Selatan yang sudah datang meminati investasi di sana.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Lalu Fathurrahman menjelaskan, Rabu (14/5) pagi, industrialisasi kawasan pulau Sumbawa ditetapkan untuk memajukan perekonomian daerah. Tahun 2008 ini diselesaikan rancangan perencanaannya. ”Kami ingin menghidupkan industri pengolahannya,” kata Fathurrahman.

Sedangkan pulau Lombok yang memiliki potensi industri pariwisata, telah diminati oleh Emaar Properties asal Dubai Uni Arab Emirat yang Agustus 2008 nanti akan melakukan presentasi disain pembangunan kawasan wisata Mandalika di Lombok Tengah bagian selatan seluas 1.250 hektar. Bandara internasional sebagai prasyarat masuknya Emaar pun sudah dibangun senilai Rp650 miliar oleh PT Angkasa Pura I bersama Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah direncanakan mulai operasional 2010.

Selama ini, NTB memiliki potensi di bidang pertanian, industri pengolahan dan pariwisata. Untuk produksi padi saja, hasil panen petani Sumbawa lebih banyak diantar pulaukan oleh pedagang asal Jember karena di sana tidak ada pabrik penggilingan beras yang dapat menghasilkan beras berkualitas. NTB adalah salah satu lumbung pangan nasional yang menghasilkan lebih 1,5 juta ton gabah kering giling. Kelebihan berasnya dikirim ke Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Jawa Timur. Perhitungan surplus pangan di NTB, 328.554 ton beras setelah digunakan untuk kebutuhan pangan penduduk NTB sendiri sebanyak 550.000 ton.

Demikian pula dengan jagung yang sudah menghasilkan 120.000 ton setahun diincar oleh calon-calon investor dari Korea dan Cina. HARIM Grup asal Seoul Korea menjajaki peluang dibukanya areal tanaman jagung seluas 5.000 hektar dan didukung 100.000 hektar tambahan oleh tanaman masyarakat sebagai plasma guna memenuhi kebutuhan 700.000 metric ton sebagai bahan baku pakan ternak. Untuk keperluan membuka areal jagung itu, dana yang sudah disiapkannya US $ 30 juta.

Bio Mess Korea yang menanam Jarak di Kabupaten Bima pada areal lahan hutan seluas 5.000 hektar ditambah areal plasma 150.000 hektar. Bio Mess menempatkan dananya US 30.000 sebagai jaminan di bank untuk keperluan pinjaman petani sebesar Rp4 juta per hektar tanamannya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» SENIMAN TUA AMAQ RAYA YANG BUTUH BANTUAN HIDUP
07/28/2014 10:18 am | 4 Comments
» Bandara Internasional Lombok Rawan Pencurian
07/16/2014 11:43 am | 1 Comment
» Pungutan Tunjangan Sertifikasi Guru Di Lombok Timur Dan Mataram
07/15/2014 05:30 am | 3 Comments
» PEMKAB LOMBOK BARAT IZINKAN TAMBANG EMAS DI SEKOTONG
06/29/2014 11:36 am | 34 Comments
» Mengenal CC Forwani Di Desa Dangiang
06/23/2014 01:21 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com