MATARAM - Sekitar 2.500 orang pendukung Lembaga Pemantau Demokrasi Indonesia yang didukung oleh Komisi Nasional Pilkada Independen (Komnas PI) NTB dan Koalisi Calon Perseorangan Seluruh Indonesia (CPSI) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Sabtu (10/5) siang.
Mereka datang untuk menuntut ditundanya pemilihan gubernur NTB yang akan berlangsung 7 Juli 2008 nanti karena tidak dilibatkannya 5 pasangan peserta perorangan yang sudah mendaftar. Kalau tuntutan mereka tidak dikabulkan, mereka sudah berniat akan menduduki dan menginap mendirikan kemah di kantor KPUD NTB.
Sampai waktu salat Dzuhur, peserta aksi yang berada di depan kantor KPUD NTB yang terletak di sebelah barat Masjid Raya At Taqwa Mataram belum bertemu 5 orang anggota KPUD NTB yang memang tidak berada di tempat.
Ketua Umum Koalisi CPSI Lalu Ranggalawe yang juga calon peserta perorangan mengatakan KPUD NTB menghianati undang-undang yang memberikan kesempatan bakal calon perseorangan.”KPUD melanggar pedoman penyelenggaraan pilkada,” ujarnya.
Ketua Komnas PI NTB Sri Sudarjo menegaskan kepada Kepala Polres Mataram Ajun Komisaris Besar Triyono BP bahwa massa pendukung LPDI akan menginap kalau tuntutan penundaan tidak diterima. ”Singkirkan orang-orang berpikiran sempit, zalim dan goblok,” katanya.
Ketua Umum CPSI Lalu Ranggalawe pun meminta 5 orang anggota KPUD meninggalkan keanggotaannya. ”Dia harus angkat kaki dari KPUD NTB,” katanya.
Ketua PGRI NTB Lalu Subki yang juga bakal calon wagub sewaktu orasi mengatakan massa yang datang sebagai people power. ”Silahkan laporkan saya ke polisi kalau saya bilang anda goblok,” ucapnya ditujukan kepada para anggota KPUD NTB.(supriyantho khafid)





