MATARAM - Aliansi Umat Pembela Aqidah (AUPA) melakukan long march sejauh lima kilometer di sepanjang jalan utama kota Mataram, Sabtu (10/5) pagi. Mereka, sekitar 200 orang yang berasal dari organisasi mahasiswa Islam di Mataram berjalan dari Masjid Raya Attaqwa, dan melakukan orasi penolakan terhadap keberadaan Ahmadiyah.
Dikawal oleh polisi yang dipandu langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Resort Mataram Komisaris Polisi Ronny Azwawie, mereka menyinggahi kantor Walikota Mataram, kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, merencanakan melewati Asrama Transito tempat penampungan 33 kepala keluarga jamaah Ahmadiyah selama dua tahun terakhir ini yang terusir dari kompleks rumah mereka di Dusun Ketapang Lingsar Kabupaten Lombok Barat.
Sewaktu berada di perempatan Bank Indonesia Mataram, mereka menyerukan jihad membela aqidah. ”Karena aqidah adalah harga mati untuk dipertahankan,” kata kordinator aksi Iwan Wahyudi. Dalam seruan yang disebarkan kepada masyarakat pengguna jalan yang melintasi lokasi aksi mereka, melawan setiap bentuk pelecehan dan penistaan terhadap Islam.
Selain itu, pemerintah didesak segera mengeluarkan keputusan tiga menteri untuk membubarkan kelompok Ahmadiyah. ”Kami ultimatum agar mendengarkan suara umat Islam.” ujarnya. Jika dalam waktu dekat belum ada ketegasan, disebutnya pemerintah sengaja memelihara konflik di tengah masyarakat, rakyat punya cara sendiri untuk membubarkan Ahmadiyah.
Dari enam item seruan AUPA, kelompok Ahmadiyah juga diminta segera bertaubat dan kembali kepada aqidah yang benar berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Muhammad SAW.(supriyantho khafid)


