MATARAM - Seorang peneliti lokal Mataram, Hamzah, 47 tahun, memperoleh nominasi untuk calon penerima penghargaan 2008 Tech Museum of Innovation Award di Amerika Serikat. Dia, kalau dianggap layak, Nopember 2008 mendatang harus menyampaikan presentasi gagasannya teknologi emiter untuk mengairi tananam di lahan kering menggunakan nutrisi hormon dan sebagai protein carrier. Kalau bisa lolos dalam kompetisi inovator di bidang teknologi tersebut, hadiah yang tersedia sebesar US $ 50.000.
Sebelumnya, Hamzah yang saat ini menjadi karyawan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat (Bappeda NTB), telah pernah menerima penghargaan dari lembaga internasional Ashoka Fellowship International sebagai Social Entrepreneur 2002 yang dicantumkan sebagai Indonesia Agriculture Inovation dalam buku Leading Social Entrepreneurs Changing the World 2004. Kemudian semasa Presiden Megawati Soekarno Putri, di Istana Negara, mendapatkan penghargaan sebagai pegawai negeri sipil teladan atas prestasi luar biasa.
Pada Nopember 2006, juga mendapatkan penghargaan selaku Inovator Sosial dari FISIP UI dalam Temu Nasional Membangun Indonesia Melalui Kewirausahaan Sosial. Dan terakhir Desember 2006 lalu, dari Gubernur NTB sebagai penemu teknologi tepat guna Sari Bumi.
Hamzah mengaku senang bila penghargaan tersebut diterimanya dan hadiahnya ingin dirupakan balai latihan seluas dua hektar yang dilengkapi asrama yang mampu menampung 20 orang peserta. ”Ini rencana penggunaan bonus apabila berhasil diperoleh,” katanya, Kamis (8/5).
Temuan lain yang dihasilkannya, yaitu formula nutrisi makanan kesehatan Sari Bumi (HxZ) untuk mengatasi penyakit busung lapar. Rasanya manis madu seperti dodol nangka setiap bijinya berukuran seperti permen seberat lima gram. Dipastikan setelah mengkonsumsi selama 11 hari setiap hari tiga kali makan, bisa menyembuhkannya.
Hasil penelitian selama 18 bulan yang dilakukan Hamzah dan seorang kawannya sesama karyawan Bappeda NTB Lalu Zulkarnaen tersebut, sudah diproduksi oleh lembaga swadaya masyarakat Santiri Foundation. Temuan tersebut sudah diakui oleh Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat sebagai teknologi tepat guna 2006. Selain untuk keperluan penderita busung lapar, Sari Bumi juga digunakan untuk mengatasi penyakit kulit - bercak merah dan gatal, diabetes, keperluan harmonis hubungan suami istri. Juga bisa untuk ibu hamil anak-anak balita.(supriyantho khafid)


