MATARAM - Perempuan dari 10 partai politik sudah bergabung dalam Kaukus Perempuan Politik Indonesia Nusa Tenggara Barat (KPPI NTB). Keberadaan mereka untuk menjaga hak perempuan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum yang menetapkan kuota 30 persen keterwakilan perempuan sebagai calon legislatif.
Selama ini, keberadaan perempuan sebagai anggota DPRD di NTB sangat sedikit. Di DPRD NTB ada 5 dari 55 orang anggotanya dan di DPRD Kota Mataram ada 4 dari 35 orang anggotanya. Itupun diantara mereka hanyalah sebagai pengganti antar waktu.
Kehadiran mereka disampaikan kepada wartawan selesai melakukan silaturahmi dengan Baiq Adnin Serinata sebagai istri Gubernur NTB Lalu Serinata, karena dianggap sebagai sesepuh perempuan NTB, di pendopo Gubernur NTB, Senin (5/5) pagi. Sekretaris DPC PDIP Kota Mataram Erna Nyayuwati mengatakan perempuan aktivis partai politik yang bersatu dalam KPPI NTB ini, melebur menjadi satu. ”Untuk menyiapkan kader. Malu kalau tidak berkwalitas,” katanya. Ia sehari-sehari seorang anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram.
Menurut KPPI NTB Baiq Ratna Mulhimah yang berasal dari Partai Bulan Bintang ? anggota DPRD Kota Mataram, di dalam undang-undang yang baru wajib ada perempuan dalam urutan 1-3 daftar calon. Sedangkan di urutan 4-6 harus ada seorang perempuan. ”Kami ingin merebut hak.Tidak hanya sebagai pelengkap,” ujar Bendahara
Sebab, walaupun ada perempuan yang di dalam kepengurusan partai menjabat wakil ketua, dalam penyusunan daftar calon anggota legislatif berada di urutan bawah. Padahal, kehadiran kaum perempuan di DPRD disebut oleh Erna dan Ratna mampu bersuara lantang. ”Pengalaman di DPRD mampu berteriak kok,” ucap keduanya.
Menurut rencana, kepengurusan KPPI NTB akan dilantik Rabu (7/5) bersamaan dengan diselenggarakannya seminar Kapasitas Keterwakilan Perempuan di Dalam Parlemen di Dalam Peningkatan Anggaran dan Mutu Pendidikan.
Selaku sesepuh perempuan NTB, Baiq Adnin Serinata selesai menerima belasan anggota KPPI yang datang kepadanya mengatakan harapannya agar bisa membuktikan diri mampu berkualitas, tidak hanya berkoar menuntut haknya saja. ”Kepada kaum laki-laki hendaknya memberikan kesempatan. Agar lebih banyak perempuan berkiprah,” katanya.(supriyantho khafid)


