MATARAM - Untuk memenuhi kebutuhan beras Nusa Tenggara Timur (NTT), Bulog Divre Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirimkan 2.000 ton, Rabu (30/4). Sebanyak 1.000 ton dikirim langsung dari gudang Alas di Kabupaten Sumbawa NTB ke Waikabubak di Sumba Barat (NTT) dan 1.000 ton dari Bima NTB ke Ende Flores NTT. Jumlah ini sebagian dari rencana 17.000 ton yang disediakan selama 2008 ini.
Kepala Divisi Regional (Divre) Perum Bulog NTB Rito Angky Pratomo menjelaskan pengiriman beras NTB tersebut kepada wartawan di kantornya, Selasa (29/4) siang. ”NTB harus mengisi kebutuhan NTT,” katanya. Selama ini Bali tidak dibantu beras Divre Bulog NTB namun kebanyakan pedagang melakukan antar pulau secara langsung.
Tahun 2008 ini, Divre NTB dibebani pengadaan 100.000 ton beras atau 47.244 ton gabah kering giling (GKG) dan 70.000 ton beras. Selain menyuplai kebutuhan beras nasional, Divre Bulog NTB juga menyediakan raskin (beras untuk rakyat miskin) sebanyak 82.298 ton.
Sebelumnya, 2006, NTB memenuhi suplai 35.000 ton ke NTT dan untuk menjaga ketersediaan beras selama 2007, diganti beras impor sebanyak 12.000 ton dan asal Sulawesi Selatan sebanyak 6.000 ton.
Diakui oleh Angky yang sebelumnya menjabat di Jember, Surabaya, Solo, Jakarta dan Kalimantan Selatan baru lima bulan menjabat kepala Divre Bulog NTB dari kantor pusat, beras yang berasal dari NTB berkwalitas baik diantara gudang pangan nasional. ”Berasnya pulen dibanding beras pera dari Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Untuk pengadaan persedian pangan nasional, Divre Bulog NTB melakukan pembelian beras atau gabah melalui pengusaha penggilingan padi tanpa mengenal hari libur kerja. ”Sekarang ini persyaratan pengadaannya lebih lunak. Kemudahan juga diberikan.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian NTB Mashur mengatakan setahun ini sasaran luas tanam padi 357.474 hektar agar bisa menghasilkan 1.718.274 ton gabah. Jumlah tersebut target dari kenaikan pada tahun 2007 yang menghasilkan (angka sementara) 1.526.346 ton. Angka tetap produksi padi 2006 sebanyak 1.552.628 ton. Kebutuhan pangan dalam bentuk beras penduduk NTB sekitar 500 ribu ton. ”Surplus beras NTB sebesar 300 ribu ton,” katanya.(supriyantho khafid)




