MATARAM - Sehari menjelang pengajuan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Bacagub-Bacawagub NTB), 16 April lalu, tujuh orang pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) NTB dicopot dari jabatannya.
Diduga karena tidak mendukung Ketua DPW PAN NTB Muhammad Jabir sebagai bacawagub mendampingi mantan Sekretaris Daerah NTB Nanang Samodra sebagai bacagub, empat orang wakil ketua, sekretaris dan dua orang wakil sekretarisnya digusur oleh keputusan DPP PAN yang ditanda tangani oleh Soetrisno Bachir selaku ketua umum dan Zulkifli Hasan selaku Sekretaris Jenderal.
Mereka empat orang wakil ketua adalah Edy Hermansyah, Din Yuliance, Muazzim dan Lalu Syaiful Haq. Lainnnya, Sekretaris Dianul Hayezi dan dua orang Wakil Sekretaris Inandar dan Siti Husnin.
Sabtu (26/4) siang, dua dari tujuh orang kader PAN NTB yang dicopot dari jabatannya Lalu Syaiful Haq dan Dianul Hayezi mengatakan kepada wartawan, tidak adanya keterangan apapun dari DPW dan DPP mengenai pergantian pengurus yang menyebabkan mereka diturunkan dari jabatannya. ”Kalau saya melawan DPP, yang mana, ” ujar Dianul yang belum menerima SK kepengurusan baru Nomor : PAN/A/KPTS/KU-SJ/065/IV/2008 tanggal 16 April 2008.
Menurut Dianul yang juga anggota Fraksi PAN DPRD Lombok Barat, tidak ada larangan kalaupun berbeda pendapat. Dikatakannya, untuk mengganti seseorang haruslah memperoleh hak jawab untuk memberikan klarifikasi kepada partai. Sedangkan Lalu Syaiful Haq menegaskan dirinya tidak pernah tahu adanya proses pengajuan calon bacagub dan bacawagub. ”Ini kebohongan partai,” ujar Syaiful Haq.
Nanang Samodra dan Muhammad Jabir dicalonkan oleh PAN yang melakukan koalisi dengan Partai Demokrat, Ppartai Karya Peduli Bangsa, Partai Syarikat Islam, Partai Persatuan Nadhlatul Ummah Indonesia.
Ketua DPW PAN NTB Muhammad Jabir yang dikonfirmasi, menjelaskan bahwa pergantian kepengurusan tersebut agenda lama partainya. ”Ada reposisi karena tidak tepat jabatannya, dan ada juga pertimbangan lain,” katanya. Sedangkan belum adanya pengurus yang diganti menerima SK yang dikeluarkan DPP PAN, disebutnya kemungkinan masih dalam proses pengiriman. Pengajuan dirinya dan Nanang Samodra sebagai bakal calon dalam pilkada, ia mengemukakan sudah memenuhi syarat dukungan partai. ”Kami anggap sudah memenuhi persyaratan,” ucapnya.
Sabtu (26/4) siang, papan nama sekretariat DPC PAN Mataram yang berlokasi di rumah toko milik mantan Wakil Sekretaris DPW NTB Siti Husnin di Lingkungan Punia Mataram sudah dicabut terlebih dahulu tanpa diketahui Siti Husnin. Ini terjadi sebelum terlaksananya aksi menolak PAN oleh warga Punia yang berlangsung sorenya. Penyopotan papan nama sebelum didatangi pendemo ini adalah yang kedua kalinya dilakukan oleh PAN di Mataram. Sebelumnya, terjadi 14 April lalu, pengurus PAN beberapa daerah pun mendatangi sekretariat DPW PAN NTB.(supriyantho khafid)


