MATARAM - Tuduhan korupsi terhadap tersangka Lalu Serinata - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) - sewaktu masih menjabat Ketua DPRD NTB disanggah I Gusti Bagus Made Harnaya selaku pengacaranya setibanya di ruang VIP Bandara Selaparang Mataram, Jum’at (25/4). Serinata sendiri yang duduk diseberang kursi hanya diam. ”Mau apa,” ujarnya sewaktu diminta memberikan komentar satu dua kata di depan wartawan.
Menjelaskan dalam kerumunan pendukung Serinata, baik dari Golkar, PDIP, Partai Bintang Reformasi, Partai Pelopor, dan pejabat Kepala Dinas bersama istri, Harnaya mengatakan bahwa yang bertanggung jawab terhadap dana adalah pengelola keuangan DPRD NTB. ”Sedangkan dana pemilihan gubernur satu miliar rupiah sudah dipertanggung jawabkan,” ujarnya.
Lalu Serinata dijadikan tersangka kasus korupsi anggaran APBD 2001/2002 dan 2002/2003 dan dana tak tersangka 2002/2003 seluruhnya sebesar Rp26,5 miliar oleh Kejaksaan Agung berdasar hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan.
Menurut Harnaya, dalam menjawab 63 item pertanyaan penyidik Kejaksaan Agung, dijelaskan oleh Serinata bahwa pengelola keuangan DPRD NTB yang bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah. Sedangkan dana pemilihan gubernur pada tahun 2003 sebesar Rp1 miliar, yang sudah digunakan untuk pembiayaan pengamanan gabungan TNI/Polri sebesar Rp540 juta dan sisanya Rp460 juta karena tidak digunakan disetorkan kembali ke Kas Daerah. ”Tidak ada bukti penggunaan dana pemilihan gubernur,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa adanya 30an orang pendemo sewaktu Serinata menjalani pemeriksaan, bernuansa mengadu Kejaksaan Agung agar melakukan penahanan. ”Spanduknya berbunyi ada suap dari Serinata. Supaya Kejagung tersinggung. Supaya ada upaya paksa,” ucap Harnaya.
Tim Penyidik Kejaksaan Agung yang memeriksa Serinata juga dipuji oleh Harnaya, bertindak profesional. Karena kehadirannya memenuhi panggilan, Serinata selama pemeriksaan dijamu makan siang dan malam. ”Tim penyidik simpatik. Azas praduga tidak bersalah, diperlakukan seperti tamu,” ucapnya.
Ketua DPD KNPI NTB Lalu Winengan yang semula berseberangan dengan Lalu Serinata selama lima tahun pertama 2003-2008 Serinata menjabat Gubernur NTB, menegaskan dukungannya. ”Harus kedepankan praduga tidak bersalah. Kedepankan hati nurani,” ujar Winengan yang yakin Lalu Serinata akan bebas seperti 10 orang anggota DPRD NTB yang lain kan sudah bebas. Ia mendukung Serinata yang bersedia hadir dipanggil Kejaksaan Agung sebagai wujud peduli hukum.
Ketua PDIP NTB Rahmat Hidayat bersama Sekretaris DPD PDIP NTB M Husni Djibril - pasangan Serinata sebagai calon wakil gubernur - yang memimpin penyambutan kepulangan Serinata mengatakan kehadirannya sebagai bentuk dukungan. Ratusan bendera PDIP dipasang di sepanjang jalan Udayana jurusan Bandara Selaparang ke dalam kota Mataram. ”Defacto kata Bu Mega. Supaya rakyat tahu PDIP konsisten,” kata Rahmat menjawab LombokNews.(supriyantho khafid)


