Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Monday, 21 April 2008 • SENI BUDAYA

MATARAM - Tumpukan ranting dan dahan itu tertata di sebelah kanan pintu Galeri Seni Rupa Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/4) pagi. Melewati dua pintu itu, di dalamnya terhampar sekam di beberapa tempat dalam ruang. Aroma dupa menusuk hidung. Dan di dinding tertempel 52 sketsa bergambar perempuan dalam bingkai.

Sekam yang bagaikan perempuan gerah dan gatal, karena ditinggal oleh berasnya. Sekam yang menjadi mahal ketika sudah menjadi pupuk tanaman bunga. PEREMPUAN DALAM SEKAM. Itulah judul presentasi dari perempuan kelahiran Blitar Jawa Timur, Esti Ebhi Evolisa, 42 tahun, ibu dari tiga orang anak. Dalam pameran tunggalnya, kali pertama ia memamerkan karya sketsa yang dibuatnya sejak Desember 2007 lalu, untuk memperingati Hari Kartini 21 April.

Dominan gambar perempuan yang disketsakan, tampak di seberang pintu, adalah pejuang perempuan Kartini. Katanya, seperti yang ditulis di bawah karyanya di dalam buku katalog yang dibuatnya : Hak perempuan adalah sama, dan mempunyai nilai yang sama seperti hak azasi laki-laki.

Ada yang lain. Sketsa Kodrat Wanita yang menggambarkan seorang wanit memangku anak. Kemudian Mencari Kutu, Merenung,. Kesibukan Sehari-hari Kaum Hawa, Introspeksi, Timang Anakku Sayang, Santai. ”Ya saya melakukannya di rumah. Obyeknya anakku. Ada juga ibu-ibu Majelis Taklim yang sedang pengajian di rumah,” ucapnya. Ini karena, baginya, realita sket harus ada obyek. Tetapi dalam sketsa Kesibukan Sehari-hari Kaum Hawa adalah melihat suasana pasar yang sebelumnya diambil fotonya.

Sketsanya adalah bukan dibuat menggunakan goresan pensil. Tetapi korek api yang kalau dibakar sebenarnya mengandung minyak, dipelajari dari pelopornya Ipe Maruf sewaktu berada di Mataram. Juga adanya jelaga dari api lampu sumbu yang digunakan untuk memenuhi ruang dalam sketsanya. ”Sambil rebahan saya mendapatkan jelaga itu dikertasnya untuk mendapatkan efeknya,” kata Esty menerangkan. Untuk satu karya, bisa empat bungkus korek api yang digunakannya. Pameran itu pun diselenggarakannya agar orang lain juga mengetahui teknik korek api itu.

Esty yang sehari-hari sebagai pegawai negeri sipil yang mengelola Galeri Seni Rupa Taman Budaya NTB itu, mengaku sulit-sulit mudah menggambar sketsa menggunakan korek api. Kertasnya menentukan hasilnya. Tidak boleh lembab, tidak bisa terbakar dan tergantung arah angin.

Adalah seorang pelukis senior di kota Mataram Tarfi Abdullah yang ketika melihat karya-karya tersebut, mengomentari perlunya Esty sebagai seorang seniman perempuan perlu didukung. Menurutnya, Esty harus belajar anatomi. Sebab, karyanya masih dalam bentuk realitas. ”Mestinya dalam bentuk tidak kelihatan. Deformasi,” katanya. Walaupun disebutnya nilai sketsa itu sama dengan lukisan.

Lebih jauh, Tarfi Abdullah yang melihat sketsanya Esty lebih banyak dibuat di dalam rumah, karena obyeknya terlihat sama hanya dalam gerak yang berbeda, mengatakan bahwa sketsa boleh dibuat berdasar imajinasi. Bukan sekedar melihat obyek yang ada di depannya. ”Orang tanpa obyek boleh buat sketsa. Abstrak,” ucapnya.

Bukan berarti obyek yang sama dilarang. Seperti disebutkannya Popo Iskandar yang memilih Kucing sebagai obyek tetapnya. Tetapi bukan berarti bentuknya sama. Seperti dirinya bila melukis kuda tidak akan pernah sama yang dibuatnya kemarin, hari ini dan esok. ”Karya seni lebih mengarah ke pribadi. Kalau memuaskan orang saja, buka seni murni. Harus memuaskan diri sendiri,” ujarnya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» MUHARRAR TIDAK LOLOS VERIFIKASI, WARGA DEMO KPUD
10/13/2008 02:18 am | 49 Comments
» SEBULAN 14.650 WISATAWAN KE NTB
10/12/2008 01:57 am | 2 Comments
» MASIH KECIL KUNJUNGAN WISATAWAN KE NTB
10/11/2008 10:46 am | 2 Comments
» HAK PATEN UNTUK LISTRIK TENAGA AKI
10/10/2008 10:42 pm | 1 Comment
» SEBULAN TKI KIRIM RP38 MILIAR
10/10/2008 04:36 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge