Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 19 April 2008 • DAERAH

MATARAM - 14 pendaftar pasangan bakal calon peserta pemilihan kepala daerah Nusa Tenggara Barat (Pilkada NTB) memecahkan rekor pendaftar di Indonesia. Melebihi pendaftar di Nusa Tenggara Timur yang mencapai sembilan pasangan. Rasionalnya tidak lebih dari lima pasangan, apalagi adanya enam peserta yang memiliki potensi rebutan partai pengusung yang sama dan enam pasang pendaftar calon perseorangan lainnya yang tidak memiliki legalitas bisa ikut pilkada, dikawatirkan akan menimbulkan kerawanan yang dilakukan oleh pendukung pasangan yang gagal lolos verifikasi.

Sebabnya, muncul tekanan dari kubu pendaftar yang melakukan gerakan menekan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) NTB untuk menerima dan mengundurkan jadwal tahapan pilkada NTB. Kekawatiran tersebut dikemukakan dalam rapat Tim Kordinasi Terpadu yang anggotanya berasal dari lintas sektoral di kantor KPUD NTB, Sabtu (19/4) siang.

Ketua KPUD NTB Mahaly Fikri mengemukakan, khususnya menangani pendaftar perseorangan memerlukan perhatian serius. ”Sebab, yang tidak paham ketentuan peserta perorangan itu termasuk pejabat,” ujarnya. Utamanya, mulai Senin (21/4) nanti, KPUD NTB mulai memberikan surat rekomendasi pemeriksaan kesehatan kepada peserta yang diperhitungkan lolos pengajuan calonnya. Mahaly Fikri memastikan baru ada tiga calon yang memenuhi persyaratan dukungan partainya, yaitu pasangan Lalu Serinata-Muhammad Husni Djibril (Golkar-PDIP-PBR-Patriot), Zainul Majdi (PBB-PKS), Zaini Arony-Nurdin Ranggabarani (PPP-PKB).

Karena partai pendukungnya bermasalah, 11 pendaftar menghadapi ancaman gagal lolos mendaftar. Mereka adalah pasangan bekas Sekretaris Daerah NTB Nanang Samodra dengan Wakil Bupati Sumbawa Muhammad Jabir, Bekas Deputi BKKBN Lalu Sudarmadi yang berpasangan dengan bekas Wakil Walikota Jakarta Barat Muchtar Ahmad, bekas Gubernur PTIK Komisaris Jenderal Prof DR.Farouk Muhammad - Ketua MUI NTB Prof.Drs.Syaiful Muslim, Muhammad Nasir - Hairunnas, Lalu Koeshardi Anggrat - A Kahar Karim, Ismail Husni - Muhammad Nur Nasution. Sedangkan peserta perseorangan Syukur Nur Alam - Zainul Islam, Harun Al Rasyid - Lalu Ranggalawe, Machfudz-Lalu Wire Ginawang, Bonyo Thamrin Rayes - Lalu Subki, Lalu Ranggalawe-Aminul Akrab.

Ketua Komisi I DPRD NTB Ali Ahmad mengatakan bahwa walaupun pilkada ini adalah pekerjaan politik yang pertama tetapi dimintanya KPUD NTB tetap melakukan penegakan hukum. ”Aparat keamanan harus mampu prediksi,” katanya.

Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Inf. Kadir Sultan mengemukakan pendapatnya meminta KPUD NTB bersikap tegas terhadap peserta yang tidak memenuhi syarat. ”Wajar pendaftar melakukan pressure. Tapi KPUD harus tegas mengambil sikap,” katanya.

Kepolisian Daerah (Polda) NTB sebagai ujung tombak keamanan daerah yang diminta membantu mengatasinya menyiapkan pasukan pengendali massa dan kendaraan taktis Water Canon. ”Kami siap untuk mengatasinya menggunakan fasilitas pengamanan yang sudah tersedia,” kata Wakil Kepala Polda NTB Komisaris Besar Lalu Suprapta.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com