Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Thursday, 17 April 2008 • AGAMA

MATARAM - Kamis (17/4) siang itu, Munawaroh, 42 tahun, ibu dari empat orang anak sedang sibuk memasak di dapur Asrama Transito Mataram. ”Saya masih repot masak sayur,” ujarnya sambil memegang laos ditangannya. Sudah lebih dua tahun ia berada di sana setelah diusir dari rumahnya sendiri di Desa Ketapang Lombok Barat, 4 Pebruari 2006. Suaminya, Sulaiman Damanik, 52 tahun, belum pulang dari bekerja serabutan.

”Saya senang kalau diizinkan pulang oleh pemerintah,” ujarnya menanggapi adanya keputusan Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Keagamaan (Pakem) yang melarang jamaah Ahmadiyah melakukan kegiatannya. Tetapi sebaliknya, Sulhain Zulhair alias Ain, 42 tahun, bujangan yang menjabat Sekretaris Taklimulqur’an Ansarullah (badan yang menghimpun jamaah pria usia di atas 40 tahun) justru mengatakan kawatir adanya kekerasan yang dihadapinya setelah keputusan PAKEM tersebut. ”Kemana lagi pulang. Tergantung pemerintah,” ucapnya.

Sebab, keputusan melarang Ahmadiyah melakukan kegiatannya ditakutkan menimbulkan semangat baru munculnya kekerasan yang bersifat baru. Karena itu, diharapkannya pemerintah memiliki solusi untuk memperbaiki keadaan. Sebab, sebelum adanya keputusan PAKEM itu, dirinya dan warga Ahmadiyah sudah berupaya menjalani 12 butir kesepakatan yang pernah disampaikan kepada pemerintah.

Ia mempertanyakan bentuk kegiatan Ahmadiyah yang dilarang dilakukan. ”Aneh kan kalau salat dilarang,” ujar Ain sewaktu ditemui di Musala Al Muhajirin, Kamis (17/4) selepas Dzuhur. Ain tidak memiliki pekerjaan. Lainnya, ada yang memburuh di pasar. Di sana ada 137 jiwa dari 33 kepala keluarga yang hidup di di dalam tiga dari empat gedung yang biasanya digunakan sebagai penampungan calon transmigran Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hendak diberangkatkan.

Mubaligh Wilayah Ahmadiyah NTB Syaiful Uyun ketika dihubungi melalui telepon juga menyesalkan keputusan tersebut. ”Maunya apa,” ucapnya. Ia menyamakan larangan itu sebagai melanggar konstitusi dan melegalisasi radikalisasi terhadap Ahmadiyah. ”Seperti apa pemerintah ini. Kenapa bukan pelaku kekerasan yang ditindak. Kok Ahmadiyah yang diobrak-abrik,” katanya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/20/2008 06:08 am | 5 Comments
» 3 KELOMPOK PETANI ANGGREK DIBANTU RP750 JUTA
11/20/2008 12:49 am | 1 Comment
» PEMPROV NTB SIAPKAN LAYANAN KESEHATAN
11/19/2008 10:53 pm | 1 Comment
» ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN 4-9 PERSEN
11/19/2008 09:09 pm | 1 Comment
» NTB TERIMA RIBUAN GURU BARU
11/19/2008 02:31 pm | 6 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge