MATARAM - Sejak pukul 11.22 Waktu Indonesia Tengah, penyelam asal London Inggris William Goodman, 31 tahun telah menyelam di perairan Gili Trawangan. Sampai Selasa (15/4) sore ini, dia masih bertahan di kedalaman lima meter di bawah permukaan air. Ini adalah penyelaman 100 jam di dalam air untuk menyiptakan Guinnes Book of Record.
Penyelaman ini dipantau dari atas boat secara bergilir yang bertugas selama empat jam bergantian oleh 32 orang anggota tim. Menurut dr.Beny Nugroho dari Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat yang melakukan pemantauan, ”William masih tenang-tenang saja,”katanya sewaktu dikonfirmasi. Setiap empat jam, anggota tim selam turun ke dalam laut untuk melihat keadaan yang bersangkutan. Di atas boat tim pemantau ada dr.Handomi yang menggantikan Beny Nugroho.
Beny Nugroho mengatakan kewaspadaan akan ditingkatkan setelah yang bersangkutan telah berada di dalam air selama 3-4 hari. ”Ini yang harus dipantau lebih teliti,” ujarnya. Sebab, pada hari ke-3 dan 4 itu diperkirakan kondisinya telah menurun.
Seorang warga Gili Trawangan Malik pun yang ikut bergilir menjaga penyelaman William Goodman menyebutkan yang bersangkutan masih dalam keadaan baik. Setiap empat jam dilakukan pemeriksaan ke dalam air. ”Belum apa-apa . Baru enam jam di dalam,” kata Kepala Desa Gili Indah Muhammad Taufik.
Di dalam air tersebut, William Goodman mengenakan pakaian diving. Ia berdiri di dalam segi tiga bambu berukuran tiga kali tiga meter yang diberikan pemberat pasir dan batu di kedalaman maksimal 10 meter di bawah permukaan air. Posisinya bergantung diikat di pinggang seperti naik parasailing. Dia bisa bicara menggunakan alat komunikasi untuk menyampaikan keperluannya. Konsumsi yang disediakan berupa minuman air dan jus dan makanannya bubur yang bisa disedot melalui selang pipa plastik.
Sebelumnya, William Goodman yang memiliki klasifikasi penyelam high level itu menjelaskan dibekali minuman kesehatan untuk menjaga kondisi tubuhnya. Ia yang sehari-hari instruktur selam teknik sudah tiga tahun berada di Gili Trawangan mengajar selam di Blue Marlin Dive dan memandu wisata air menggunakan kapal Trawangan Dive. Biaya penyelenggaraan selam 100 jam ini disebutkan oleh koordinator tim Guy Somers diperoleh dari sponsor diperkirakan mencapai Rp100 juta yang Rp40 juta diantaranya untuk keperluan perlengkapan dan kesehatan serta Rp50 juta untuk dokumentasi filem yang mendatangkan pekerjanya dari Afrika.(supriyantho khafid)

