Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Saturday, 12 April 2008 • KESEHATAN

MATARAM - Tiga orang meninggal diduga akibat muntaber di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Mereka adalah Lola berusia 2 tahun, dan Nurhaidah, 9 tahun, keduanya warga Desa Sari. Sedangkan seorang lainnya Patimah, 50 tahun, warga Desa Bugis. Lola sempat dirawat di Puskesmas Sape namun jiwanya tidak tertolong karena sudah dalam kondisi parah. Sedangkan Patimah dan Nurhaidah tidak sempat dirawat di Puskesmas.

Lebih dari 400 orang warga Kecamatan Sape, dan Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, juga diduga terserang muntaber. Hingga Sabtu (12/4) siang sebanyak 342 orang dirawat di Puskesmas Sape dan 42 orang dirawat di Puskesmas Lambu serta sejumlah korban lainnya dirawat Puskesmas Wawo Kecamatan Wawo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, drg. Siti Hadjar Yoenus kepada wartawan mengatakan, kasus tersebut tidak lagi merupakan penyakit diare biasa, namun mengarah ke muntaber. Tetapi untuk memastikannya, pihaknya rencana akan mengambil sample air yang diminum warga di masing-masing desa serta sampel faeses yang diambil melalui anus penderita untuk memastikan apa benar ada kandungan bakteri ecoli, ”Akan dilakukan pemeriksaan laboratorium,”katanya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Sape, Kabupaten Bima dr. Maknum Syam menjelaskan bahwa gejala yang diketahui, para penderita mengalami mencret, sakit perut, muntah-muntah dan kekurangan cairan. ”Belum dipastikan tetapi sepertinya muntaber,” ujarnya.

Awalnya, muntaber menyerang sejumlah warga di Kecamatan Sape antara lain di Desa Sari, Desa Boke, Parangina, Nare, Dasa Nou, Busu, Bugis serta sejumlah desa lainnya. Kondisi terparah adalah di Desa Sari.

Setelah itu, muntaber meluas dan menyerang sejumlah warga di Kecamatan Lambu. Dari 17 desa yang ada kedua kecamatan tersebut hanya tinggal warga dua desa yang sementara belum terjangkit muntaber.

Meskipun sudah banyak yang boleh pulang ke rumahnya setelah kondisi fisik membaik, namun petugas Puskesmas Sape masih sibuk melayani pasien yang terus bergantian datang dan pergi untuk menjalani pengobatan. Untuk dapat melayani banyaknya warga yang datang, Puskesmas Sape mendirikan tiga tenda sebab di dalam Puskesmas sendiri sudah penuh sesak dengan pasien sampai ada yang dirawat di lantai. Tetapi walau jumlah penderita cukup banyak sementara ini peralatan dan obat-obatan dirasakan cukup.

Untuk mengatisipasi tidak meningkatnya jumlah penderita akan dilakukan penyuluhan dan kaporitisasi di sumur-sumur sumber air minum yang dikonsumsi warga di wilayah tersebut., ”Karena sebagian besar warga minum air mentah,” ujarnya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» KELUARGA TIGA TKI LOMBOK TIMUR MENERIMA SANTUNAN MASING-MASING RP37 JUTA
05/17/2012 02:36 pm | 1 Comment
» KARENA DIRUGIKAN PEMBERITAAN, DOSEN FH UNRAM GUGAT RP7,5 MILIAR
05/16/2012 07:19 am | 2 Comments
» HERYADI RACHMAT MERILIS BUKU GEOWISATA NTB
05/15/2012 11:08 am | 4 Comments
» DAYA BELI GABUNGAN PETANI NTB 95,53
05/15/2012 10:27 am | 1 Comment
» SELAMA 2011 DIDUGA TERJADI 61 KASUS KORUPSI DI NTB
05/14/2012 08:46 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com