MATARAM - Semua karyawan percetakan dan para staf Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Barat (Dikpora NTB) yang bertanggung jawab terhadap naskah ujian nasional diharuskan menanda tangani surat pernyataan sumpah menjaga kerahasiaannya. Sedangkan para pemantau independen termasuk wartawan peliput pelaksanaan ujian dilarang untuk memasuki ruang ujian agar tidak mempengaruhi psikologis siswa.
Keharusan penandatanganan surat pernyataan sumpah tidak membocorkan naskah ujian dan larangan tidak memasuki ruang pada waktu siswa menghadapi ujian, dikatakan oleh Kepala Dinas Dikpora NTB Wildan kepada wartawan, Jum’at (11/4). ”Ini untuk mencegah terjadinya kebocoran naskah ujian seperti tahun-tahun lalu,” katanya. Tahun ini, pencetakan naskah ujian nasional dipercayakan kepada dua perusahaan percetakan lokal Mataram. Beberapa tahun sebelumnya, seringkali terjadi upaya membocorkan naskah ujian yang dilakukan oleh oknum karyawan percetakan.
Mengenai keberadaan pemantau independen yang dipercayakan kepada tim dari Universitas Mataram dan IAIN Mataram serta wartawan, Wildan menegaskan kehadiran orang asing dapat membuyarkan konsentrasi siswa. ”Sangat besar pengaruhnya. Siswa bisa grogi. Karena itu tidak boleh masuk,” ujarnya.
Upaya menenangkan siswa tersebut dilakukan agar ujian nasional utamanya ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) untuk siswa Sekolah Dasar yang baru tahun ini dimulai, tidak dianggap sebagai momok yang menakutkan. Sebelumnya, try out yang dilakukan untuk siswa SD dan SMP masih belum menggembirakan karena hanya separonya yang bisa mendapatkan nilai baik.
Sesuai jadwal, ujian nasional tingkat SMTA berlangsung 22-24 April dan susulannya 28-30 April. Untuk tingkat SMTP 5-8 Mei dan susulannya 12-15 Mei. Adapun UASBN berlangsung 13-15 Mei dan susulannya 21-23 Mei.
Tahun ini diharapkan para siswa peserta ujian nasional dan UASBN bisa lulus hingga lebih 90 persen. Tahun lalu, kelulusan SMTP dari 72.685 siswa yang ikut ujian, yang tidak lulus 13.340 siswa atau 18,35 persen. Sedangkan ketidak lulusan siswa SMA, Madrasah Aliyah dan SMK 3.404 orang atau 13,66 persen dari 24.916 orang siswa yang ikut ujian nasional.(supriyantho khafid)


