Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Thursday, 10 April 2008 • DAERAH

MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bisa merealisasikan seluruh kewajibannya menyediakan dana sebesar Rp110 miliar untuk keikut sertaannya dalam pembangunan bandara internasional Lombok di Dusun Slanglit Desa Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah.

”Tidak ada masalah. Semuanya bisa dipenuhi hingga tahun depan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTB Lalu Fathurrahman, Kamis (10/4) siang. Penjelasan tersebut disampaikan kepada Staf Khusus Wakil Presiden Muhammad Abdu yang didampingi Gubernur NTB Lalu Serinata, pada pertemuan percepatan pembangunan bandara internasioal Lombok dan rencana investasi Emaar Properties di kawasan wisata Mandalika.

Menurut Fathurrahman, tahun 2007 lalu, Pemprov NTB sudah menyetor Rp15 miliar. Tahun 2008 ini sedang dalam proses sebesar Rp30 miliar dan pada Tahun 2009 mendatang dipastikan melunasi kewajibannya sebesar Rp65 miliar.

Penjelasan tersebut disampaikan sewaktu menanggapi keterangan Deputi Direktur Teknik Pengawasan dan Jaminan Kualitas PT Angkasa Pura I Selamet Suwartono yang menyebutkan belum tersedianya dana Pemprov NTB.

Proyek bandara internasional Lombok (BIL) yang sedang digarap di Desa Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah diperkirakan selesai dan sudah digunakan tahun 2009. Sumber dananya berasal dari swasta, yang investasinya dilakukan melalui PT Angkasa Pura (AP) I yang dapat menjaring dana dari konsorsium bank.

BIL yang dibangun untuk pengganti bandara Selaparang di Mataram luasnya mencapai 535 hektar atau dua kali lebih besar dari Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Panjang landas pacunya 2.750 meter. BIL tersebut memerlukan pembiayaan sebesar Rp665 miliar. PT AP I menanggung Rp515 miliar yang bersumber dari dana internal Rp115 miliar dan pinjaman atau penerbitan obligasi Rp400 miliar. Sedangkan Pemprov NTB mengeluarkan Rp110 miliar dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp40 miliar.

Untuk kebutuhan investasi di kawasan wisata Mandalika, Emaar Properties sebagai badan usaha milik negara Uni Arab Emirat meminta tersedianya bandara internasional, infra struktur jalan bebas hambatan dari bandara ke kawasan wisata Mandalika dan fasilitas lainnya antara lain berupa aliran listri berdaya 70 megawatt, suplai air hingga enam liter per detik, dan adanya 1.000 satuan sambungan telepon.

Untuk memberdayakan warga sekitar kawasan wisata Mandalika, sudah didaftarkan 227 orang putra daerah asal Kuta, Sengkol dan Mertak mengikuti pendidikan front office dan pendidikan kitchen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali. Mereka dididik selama tiga bulan teori dan tiga bulan praktek. Tahap pertama 30 orang akan menyelesaikan pendidikannya Mei 2008 mendatang.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/20/2008 06:08 am | 5 Comments
» 3 KELOMPOK PETANI ANGGREK DIBANTU RP750 JUTA
11/20/2008 12:49 am | 1 Comment
» PEMPROV NTB SIAPKAN LAYANAN KESEHATAN
11/19/2008 10:53 pm | 1 Comment
» ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN 4-9 PERSEN
11/19/2008 09:09 pm | 1 Comment
» NTB TERIMA RIBUAN GURU BARU
11/19/2008 02:31 pm | 6 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge