MATARAM - Emaar Properties Corporation dari Dubai Uni Arab Emirat patungan dengan Bali Tourism Development Corporation (BTDC), dipastikan melalui PT Lombok Emaar menanamkan modalnya sebesar US $ 600 juta mengusahakan kawasan wisata Mandalika di Lombok Tengah. Lahan yang sudah dikuasai 1.175 hektar dan yang masih bermasalah ditangan pemiliknya 74 hektar. Paling lambat pertengahan tahun ini sudah dilakukan ground breaking.
Kesimpulan tersebut diperoleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)ÿLalu Serinata selesai rapat koordinasi dengan Direktur Utama BTDC I Made Mandra, Rabu (9/4) siang. Rencananya, pembicaraan dilanjutkan bersama tim Wakil Presiden RI, Kamis (10/4) pagi. ”Waktu tindak lanjut investasi ini enam bulan setelah kesepakatan,” ujarnya.
Kesepakatan antara Emaar Properties dengan BTDC sudah dilakukan sewaktu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Dubai, 19 Maret lalu.
Diakui oleh Lalu Serinata, belum selesainya sebagian tanah diambil alih karena ketiadaan uang. Sebelumnya Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) yang sahamnya dikuasai keluarga Cendana PT Tridan dan PT Rajawali Wirabhakti Utama-nya Pieter Sondakh. Pemerintah Provinsi NTB mendapatkan 10 persen kepemilkan sahamnya. Namun, karena kreditnya lebih Rp1 triliun macet, diambil alih Badan Penyehatan Perbankan Nasional dan kemudian oleh PT Perusahaan Pengelola Aset.
Karena investasi Lombok Emaar ini akan menjadi kebangkitan industri pariwisata NTB, Lalu Serinata meminta kepentingan pribadi dikesampingkan. ”Serahkan kepada pemerintah. Jangan ada yang nimbrung pribadi,” katanya. Dari kawasan wisata Mandalika diharapkan kawasan lain di sepanjang pantai selatan Lombok hingga Sumbawa yang selama ini banyak dikuasai pemodal bisa ikut berkembang.(supriyantho khafid)


