Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Monday, 7 April 2008 • KRIMINAL

MATARAM - Seorang anggota DPRD Nusa Tenggara Barat Hasbullah Muis disomasi calon TKI ke Korea Selatan Sahrul Hadi, 32 tahun, karena gagal berangkat. Korban, yang 16 Maret 2004 lalu sudah membayar Rp18,5 juta namun ditelantarkan selama 1,5 bulan di Jakarta. Hingga hari ini, uang tersebut belum dikembalikan oleh Hasbullah yang waktu itu bertindak sebagai petugas lapangan PJTKI.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Rakyat Bambang Mei Finarwanto bersama rekannya Rahmanuddin, Lalu Martayadi mendampingi Hairul Hadi selaku kakak korban menjelaskan perbuatan Hasbullah Muis tersebut kepada wartawan, Senin (7/4) siang. Sampai hari ini belum diselesaikan pengembaliannya. ”Kami somasi dulu agar mengembalikan biayanya. Kalau tidak, akan dilaporkan ke polisi dan digugat perdata,” kata Bambang.

Hairul Hadi yang karyawan Teknologi Tepat Guna LIPI di Kabupaten Lombok Tengah menyebutkan bahwa transaksi pembayaran biaya pemberangkatan Sahrul Hadi - adiknya, dilakukan 16 Maret 2004 di rumahnya di Jalan Lombok 8 Mataram. Sahrul dimintai biaya Rp18,5 juta bersama seorang korban lainnya, Zainil Yuhad, lebih murah bila dikenakan kepada orang lain sebesar Rp22,5 juta. Tujuannya bekerja di perusahaan elektronik dari kelompok LG di Busan Korea Selatan. Janjinya, dalam waktu sebulan sudah diberangkatkan.

Tapi pengalaman pahit selama 1,5 bulan, ditelantarkan di daerah Condet Jakarta meskipun sempat ditunjukan ticket Air Asia untuk berangkat. ”Setelah diminta dipulangkan baru bisa dijemput,” ucapnya. Keberaniannya membayar biaya pemberangkatan Rp18,5 juta tersebut karena dijanjikan memperoleh gaji Rp15 juta sebulannya. Jadi, dalam waktu dua bulan bekerja diperhitungkan sudah bisa melunasinya. Karenanya, hingga kini Hairil Hadi mengaku menanggung hutang yang berbunga lima persen sebulan dari biaya yang dibayarkan kepada Hasbullah Muis tersebut.

Sewaktu dikonfirmasi melalui telepon langsung, Hasbullah menyangkalnya. ”He..he..he.. saya tidak tahu persoalan. Saya tunggu mereka saja,” jawabnya. Setelah itu tidak menjawab telepon ketika dihubungi kembali. Pesan pendek yang dikirimkan pun tidak dijawabnya.

Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional Dianul Hayezi mengatakan tetap berempati kepada Hasbullah. Namun karena bukan atas nama partai, apabila menyangkut persoalan tuduhan pribadi tidak dapat melindungi anggotanya. ”Kami tidak bisa melindungi kalau tuduhannya pribadi,” ucapnya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» KELUARGA TIGA TKI LOMBOK TIMUR MENERIMA SANTUNAN MASING-MASING RP37 JUTA
05/17/2012 02:36 pm | 1 Comment
» KARENA DIRUGIKAN PEMBERITAAN, DOSEN FH UNRAM GUGAT RP7,5 MILIAR
05/16/2012 07:19 am | 2 Comments
» HERYADI RACHMAT MERILIS BUKU GEOWISATA NTB
05/15/2012 11:08 am | 4 Comments
» DAYA BELI GABUNGAN PETANI NTB 95,53
05/15/2012 10:27 am | 1 Comment
» SELAMA 2011 DIDUGA TERJADI 61 KASUS KORUPSI DI NTB
05/14/2012 08:46 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com