TANJUNG PINANG - Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah meresmikan nama baru bandara internasional Raja Haji Fisabillillah di Tanjungpinang Kepulauan Riau, Rabu (2/4). Nama tersebut menggantikan nama lama bandara Kijang. Untuk peningkatannya, memperluas dan memperpanjang landasan serta memotong tiga bukit di sekitarnya, biaya yang telah dikeluarkan mencapai Rp133,247 miliar.
Walikota Tanjungpinang Suryatati Amada dalam laporannya menyebutkan biaya ganti rugi lahan Rp4,047 miliar, biaya potong tiga bukit Rp67,9 miliar dan pelebaran-perpanjangan landasan semula 1.850 meter menjadi 2.010 sebesar Rp62,2 miliar. Pesawat yang mengisi penerbangan dari kota gurindam Tanjungpinang adalah Merpati, Riau Air dan Sriwijaya tujuan Jakarta, Pekanbaru dan Kepulauan Natuna baik menggunakan B 737-200 dari semula didarati pesawat CN.
Target PT Angkasa Pura II yang meluaskan geung terminalnya dari 1.250 meter persegi menjadi 1.400 meter persegi, menurut Direktur Utamanya Edi Haryoto, setahunnya bisa melayani 600.000 orang.
Nama Raja Haji Fisabilillah adalah pahlawan nasional Bintang Maha Putra Adi Pradana dari daerah Kepulauan Riau yang bergelar Yang Dipertuan Muda IV.
Ketika berbicara pada peresmian tersebut, Jusman mengatakan pertumbuhan penumpang pesawat udara selama lima tahun terakhir mencapai 16 persen. ”Sangat tinggi. Hanya bisa disaingi Cina,” katanya. Karena itu masyarakat internasional perhatian terhadap keselamatan penumpang. Dan memaklumi kalau Komisi V DPR RI minta ditingkatkannya keselamatan penerbangan. ”Tidak boleh kompromi. Harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.(supriyantho khafid)


