Lombok Sumbawa Online
Google
 
Sunday, 30 March 2008 • KESEHATAN

MATARAM - Untuk mewaspadai terjadinya mutasi Avian Influenza (flu burung) melalui penumpang internasional di terminal kedatangan Bandara Selaparang, Kesehatan Pelabuhan Mataram akan melakukan simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza. Ini bersamaan dengan simulasi keberangkatan penumpang di Bandara Ngurah Rai di Denpasar. Jadwalnya, 25 April dan akan disaksikan masyarakat internasional.

Rencana simulasi episenter (wilayah geografis yang menjadi pusat awal terjadinya pandemi influenza) tersebut disampaikan oleh Kepala Kesehatan Pelabuhan Mataram Muhammad Mardi kepada wartawan Forum Penanggulangan Flu Burung, Sabtu (29/3). Setiap penumpang akan dilakukan pemeriksaan menggunakan thermo digital yang dicolokkan ke telinga. ”Kalau ada penumpang yang ditemukan mengalami gejala sakit akan segera dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Meskipun angka kesakitan dan kematian akibat demam berdarah, TBC, malaria, diare, dan HIV lebih besar jumlahnya, namun tidak menimbulkan potensi pandemi. ”Flu burung memiliki potensi mengakibatkan pandemi influenza,” ujarnya.

Sebelumnya, 18 Maret lalu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP & PL) Departemen Kesehatan telah menginstruksikan mewaspadai penyebaran ILI (Influenza Like Illness) dari Hongkong. Di sana, sudah ada tiga orang korban meninggal dari 30 kasus yang menimpa siswa satu sekolah. Diantaranya 200 kasus suspect flu.

Hingga 24 Maret lalu, di Indonesia, dari 33 provinsi hanya tersisa dua provinsi saja Maluku dan Maluku Utara yang belum terkena kasus flu burung. Diantara daerah yang terkena, 12 diantaranya telah menjalar dari burung kepada manusia.

Dari paparan Kepala Sub Dinas Peternakan Dinas Pertanian Mataram Drh.Diyan Riyatmoko, selama empat tahun terakhir 2004-2007 ditemukan kasus positif pada keluarga di beberapa kelurahan di kota Mataram. ”Ini terjadi karena ayam kampung yang dipelihara. Tidak ada yang berasal dari ayam potong,” ujarnya. Untuk melakukan vaksinasi, masyarakat kurang partisipasinya. Disebutnya, para petugas yang harus menangkap sendiri ayam yang hendak divaksinasi.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» TEMBAKAU VIRGINIA LOMBOK TERBAIK KETIGA DUNIA
09/06/2008 01:10 pm | 1 Comment
» MUHARRAR TIDAK LOLOS VERIFIKASI, WARGA DEMO KPUD
09/05/2008 08:30 pm | 10 Comments
» PETANI NTB DIMINTA TIDAK TANAM PADI
09/04/2008 08:29 pm | 1 Comment
» AKHIRNYA PEMERINTAH TETAPKAN 1 RAMADHAN
09/04/2008 04:10 pm | 1 Comment
» KETUA MUI NTB MINTA PERTIMBANGKAN FATWA HARAM MEROKOK
09/04/2008 03:56 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge