MATARAM - Permohonan subsidi transportasi yang diajukan oleh Bounty Cruises yang akan melayari kembali rute Bali - Lombok harus dikaji Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terlebih dahulu. Sebab, rute yang disediakan untuk mengangkut wisatawan tersebut dinilai normal walaupun kunjungan wisatawan mengalami penurunan.
.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Lalu Fathurrahman menyatakan masih akan mempertimbangkan permohonan subsidi Bounty Cruises yang hendak membuka kembali rute pelayarannya dari Bali ke Lombok. ”Sebab, katanya arus dari Bali ke Lombok sebenarnya tidak harus dibantu,” ujarnya sewaktu ditemui di Hotel Grand Legi, Rabu (26/3).
Menurutnya, perlu tidaknya dibantu subsidinya, diperlukan pengkajian secara ekonomi kelayakannya. Selama ini, Pemprov NTB memberikan dukungan subsidi keperluan transportasi laut dan udara di wilayah NTB demi kelancaran kegiatan perekonomian. ”Fokusnya masih interen daerah NTB,” katanya.
Karena itu rencana Bounty Cruises ingin memperoleh subsidi keperluan mengangkut wisatawan dari Bali masih dihitung-hitung. Karena rute Denpasar Mataram itu tanpa dibantu pun orang sudah banyak. Disebutnya kedatangan wisatawan ke Lombok melalui banyak pintu. Nah, yang melalui pintu Denpasar itu dilihatnya normal-normal saja.
Dikatakannya, memang ada penurunan. Tapi Bounty itu tidak mendatangkan tamu menginap. ”Dia datang balik lagi. Akomodasi di tempat lain. Tapi, prinsipnya akan kami hitung,” ucapnya.
Awal Maret (7/3) lalu, Presiden Direktur PTGede Kadek Brother Layar Antar Nusa Gede Wiratha - pemilik Bounty Cruises - bertemu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Muhammad Nur dan para pelaku pariwisata di Senggigi. Di sana, ia memamparkan keinginannya mengisi kembali jalur Bali - Lombok setelah ditinggalkannya beberapa tahun terakhir ini.
Menurutnya, target wisatawan yang hendak dijangkau setiap hari pelayaran ke Gili Rengit minimal 200 orang. Sebagai rintisan, pemerintah daerah diminta ikut menyubsidi 50 orang pada pelayaran satu kali jalan pulang dari Lombok ke Bali saja selama enam bulan. Selama enam bulan pertama yang dijadikan target promosinya itu, dibutuhkan bantuan subsidinya sekitar Rp4,2 miliar. Selama itu hitungannya, bisa mendatangkan 19.200 orang wisatawan yang datang dari Bali ke Lombok.(supriyantho khafid)

