MATARAM - Direktorat Reserse Narkotika Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Restik Polda NTB) menahan tujuh orang pengedar dan pengguna narkoba di pulau wisata Gili Trawangan Kabupaten Lombok Barat. Mereka yang diciduk operasi besar-besaran Polda NTB yang melibatkan 137 personil polisi dan anjing pelacak menggunakan kapal Polisi Air, Jum’at (21/3) sore, didampati membawa putauw, ganja dan ekstasi.
Sebanyak tujuh orang tersangka yang sudah ditahan di Markas Polda NTB, diperlihatkan kepada wartawan, Senin (24/3) siang. Kesemunya, ditangkap memegang barang bukti narkoba adalah seorang perempuan Ketut S memiliki satu butir ekstasi warna hijau plus ekstasi yang sudah hancur. Lainnya, dari Tasmin diperoleh tiga poket dan sisa bubuk putauw. Ahmad Jaelani menyimpan satu poket kristal ditambah satu poket daun ganja. Dari Abdurahman Omeng ada empat poket besar 16 gram ganja, Rizal satu poket seberat dua gram. Haryono satu poket besar empat gram. Islahudin setengah butir ekstasi. Sedangkan Yusri dan Ucok yang urinenya positif ganja tapi tidak memegang barang bukti dikenai wajib lapor.
Direktur Restik Polda NTB Komisaris Besar Ismail Bafadhal menjelaskan hasil operasi yang dilakukan dari pintu ke pintu di kawasan yang sangat banyak dikunjungi wisatawan mancanegara tersebut, karena adanya pernyataan Gili Trawangan bebas polisi.”Katanya No Polician No Police. Mana bisa. Ini tidak bisa didiamkan. Di seluruh wilayah ini polisi bisa bertindak,” ujarnya.
Kawasan wisata 3 Gili : Trawangan, Meno dan Air di Kabupaten Lombok Barat ditengarai merupakan pusat peredaran narkoba di Lombok. Apalagi transportasi kapal pesiar dari Bali sangat lancar digunakan. Hanya karena pada hari itu terhalang hujan yang turun, operasi mengalami kendala sehingga barang bukti yang diperoleh tidak dalam jumlah besar.
Selama tahun 2008 ini sudah sekitar 30 kasus narkoba yang melibatkan 36 orang tersangka sudah ditangani Polda NTB.
Untuk kewaspadaan peredaran narkoba lebih lanjut di pulau wisata Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air yang berseberangan lokasinya, polisi akan menempatkan polisi pariwisata yang juga mendukung Visit Indonesia Year.(supriyantho khafid)


