MATARAM - Jenazah Brigadir Pol Jacop Paliawan Toding, 33 tahun, yang tewas ditembaki menggunakan pestol dinasnya sendiri oleh penjahat kambuhan yang dikejarnya Junaidi, 31 tahun, diserah terimakan dari Kepala Kepolisian Resort (Polres) Mataram Ajun Komisaris Besar (AKB) Triono Basuki Purnomo kepada keluarganya di halaman Markas Kepolisian Sektor Cakranegara, dekat rumah duka dilingkungan asrama di belakangnya, Jum’at (21/3) pagi pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah.
Rencananya, Sabtu (22/3) pagi hari, suami dari istri Yuliana Tutu dan dua orang anaknya : Novrianus Paliawan Toding, 7 tahun, dan Abraham Leo Toding, 2,5 tahun, akan diberangkatkan ke kampung halaman kelahirannya di Rumah Adat Tiromanda Kecamatan Bangkal Kabupaten Tanah Toraja Sulawesi Selatan. Jacop yang mendaftar menjadi polisi di Bali, tamatan Sekolah Bintara Polisi Singaraja Angkatan XVI Tahun 1998.
Seusai upacara pelepasan yang dihadiri seluruh anggota Polres Mataram, Kepala Polres Mataram AKB Triono Basuki Purnomo hanya bersedia menegaskan (tanpa mau ditanya) bahwa Jacop Paliawan Toding gugur dalam menjalankan tugas. Tewas ditembak pelaku kejahatan yang selama ini menjadi sasaran opeasi. Pihaknya tengah melakukan pengejaran tersangka dan meminta kepada warga masyarakat untuk membantu memberikan informasi. ”Karena semakin lama pelaku tidak tertangkap, akan mengancam ketertiban masyarakat kota Mataram dan sekitarnya,” ujarnya.
Awalnya, Jacob setelah bubaran ngopi dengan rekan-rekan anggota Buru Sergap (Buser), memperoleh informasi dari sumbernya, bahwa Junaidi berada di lokasi Bengkel Raja yang terletak di Jalan Ahmad Yani 10 Sweta, kurang dari satu kilometer utara Markas Kepolisian Sektor Cakranegara. Ia sendirian mengendarai mobil Buser Jimny menuju tempat kejadian perkara (TKP). Terjadi pembicaraan interogasi sambil menodongkan pestolnya menelpon rekan Buser lainnya. Saat itulah, Junaidi, yang di dagunya terdapat tato berbentuk menyerupai jenggot, merupakan penjahat kambuhan dan terakhir sejak enam bulan sebelumnya, telah ditetapkan sebagai buronan penjambretan dan penggelapan sepeda motor melakukan perlawanan.
Sebelumnya, seperti rekonstruksi yang dilaksanakan oleh Satuan Operasi I Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Jum’at (21/3) pagi, sempat terjadi pergumulan dan perebutan pestol dari tangan Jakop yang memberikan perlawanan melempar menggunakan sebatang kayu. Junaidi yang berhasil membawa lari pestol beserta tas pinggang Jakob yang berisi amunisi, sudah berupaya lari mengendarai motor, hingga menabrak pintu bengkel, kemudian menembaki hingga tiga kali dimulai dari lengan kiri, pusar perut dan dada sebelum akhirnya lari meninggalkan motornya dan mencegat kendaraan yang lewat di depan tempat kejadian perkara (TKP) Bengkel Raja di Jalan Ahmad Yani 10 Sweta.
Kabarnya polisi sudah mendapatkan info keberadaan Junaidi. Namun masih dilakukan penegasan ulang sebelum dilakukan penggerebekan.(supriyantho khafid)


