MATARAM - Ketua Umum Nahdlatul Wathan (NW) di Pancor Lombok Timur Tuan Guru Haji Zainul Majdi, 36 tahun, muncul pertama sebagai bakal calon Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Berpasangan dengan seorang birokrat Pemerintah Provinsi NTB Badrul Munir, 54 tahun, yang sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Biro Organisasi dipastikan tanpa masalah dicalonkan oleh dua partai Islam yaitu Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Zainul-Badrul diyakini memenangkan langsung satu putaran pada pemilihan yang dijadwalkan 7 Juli nanti.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Ketua DPW Partai Bulan Bintang Mahrip dan Wakil Sekretaris DPW PKS Johan Rosihan kepada wartawan, di Rumah Makan Gading, Senin (17/3) siang. Mereka menuturkan kekuatan massa pendukungnya dari jumlah kursi di DPRD NTB yang mencapai 12 anggota, wakil PBB enam orang dan wakil PKS juga enam orang. ”Kami optimis karena pasangan bakal calon tidak ada masalah, tidak ada konflik, ” ujar Johan.
Mereka membandingkan dengan Lalu Serinata yang masih menjabat Gubernur NTB periode 2003-2008, bakal calon Golkar yang di DPRD NTB memiliki 15 orang anggota, selaku incumbent, sampai saat ini belum memiliki bakal calon wakil gubernur.
Untuk bisa memenangkan pemilihan, rencananya 21-23 Maret nanti di Masjid Al Abror lingkungan Pondok Pesantren NTB di Pancor diselenggarakan Musyawarah Kerja Khusus (MKK) bersama PBB dan PKS. Konsolidasi dua partai Islam tersebut dilanjutkan dengan deklarasi pasangan calon.
Ketua Panitia Penyelenggara MKK Lalu Sahabudin menyebut sebagai Opera Religi, menghadirkan 5.000 jamaah diantaranya 1.500 orang tuan guru dan pemuka agama guna memohon restu. ”Ini langkah awal perubahan NTB ke arah yang lebih aman. Yang muda yang amanah,” katanya.(supriyantho khafid)


