Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Tuesday, 11 March 2008 • KESEHATAN

MATARAM - Penderita gizi buruk di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama tiga bulan terakhir ini, Januari - Maret 2008 tercatat sebanyak 63 kasus dan empat diantaranya meninggal. Seorang karena menderita komplikasi hepatitis, seorang lainnya mengalami diare berat karena terlalu lama dan dua orang lainnya menderita infeksi saluran pernafasan akut.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr.baiq Magdalena didampingi Kepala Sub Dinas Pelayanan Kesehatan dr.Sabar Setiawan menjelaskannya sewaktu memaparkan perkembangan kesehatan di daerahnya, Selasa (11/3). ”Gizi buruk terus terjadi. Tapi tidak murni gizi buruk namun akibat penyakit,” ujarnya.

Gizi buruk selama tiga tahun terakhir tercatat : 2005 sebanyak 3.950 kasus, 2006 sebanyak 2.465 kasus dan 2007 menurun menjadi 1.401. Sisa kasus yang masih ditangani sebanyak 467. Dari kasus 2007, diantara 52 orang yang meninggal tiga kasus murni karena kurang makan dan lainnya karena berbagai penyakit diantaranya pneumonia.

Mengenai terjadinya gizi buruk akibat kurangnya asupan yang terlalu lama karena tidak memperoleh makan secara cukup tersebut, Sabar Setiawan mengemukakan bukan kesalahan Dinas Kesehatan NTB. ”Penanganannya oleh lintas sektoral. Dinas Kesehatan memberikan fasilitas,” katanya. Ironisnya, dana penanggulangan sadar gizi yang dilimpahkan ke daerah kabupaten-kota di NTB, tanpa disebutkan besarannya oleh Baiq Magdalena, pada tahun 2006 tidak terserap seluruhnya.

Masalah kesehatan lainnya, adalah HIV/Aids. Di NTB, meskipun tidak sebanyak di Papua dan kota besar lainnya di Jawa, terus meningkat. Setahun terakhir, 2007, jumlahnya sebanyak 166 orang, terinci 121 orang laki-laki dan 45 orang perempuan. Menurut Kepala Seksi Kejadian Luar Biasa dr.Beny Nugroho, selama 2008 ini jumlahnya mencapai 63 orang. Rinciannya penderita HIV 60 orang dan Aids tiga orang. Terbanyak penderitanya usia 20-24 tahun dan dilihat dari profesinya wiraswasta namun ada lima orang pegawai negeri sipil.

NTB selama ini dikenal sebagai daerah tertinggi angka kematian ibu (AKI) melahirkan dan angka kematian bayi (AKB) yang dilahirkan. Kini, berdasarkan pencatatan petugas kesehatan di NTB, bukan hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) yang diakui, dijelaskan oleh Baiq Magdalena, telah berubah menjadi terendah. Lebih rendah dari Singapura. Tahun 2007, AKI tercatat hanya 95 orang atau 100,47 dari 100.000 ibu melahirkan. Untuk AKB 1.336 dari 94.444 kelahiran hidup atau 14 per 1.000.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» KELUARGA TIGA TKI LOMBOK TIMUR MENERIMA SANTUNAN MASING-MASING RP37 JUTA
05/17/2012 02:36 pm | 1 Comment
» KARENA DIRUGIKAN PEMBERITAAN, DOSEN FH UNRAM GUGAT RP7,5 MILIAR
05/16/2012 07:19 am | 2 Comments
» HERYADI RACHMAT MERILIS BUKU GEOWISATA NTB
05/15/2012 11:08 am | 4 Comments
» DAYA BELI GABUNGAN PETANI NTB 95,53
05/15/2012 10:27 am | 1 Comment
» SELAMA 2011 DIDUGA TERJADI 61 KASUS KORUPSI DI NTB
05/14/2012 08:46 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com