MATARAM - Adanya dua pusat tekanan rendah (Low) di daratan Australia berdampak terhadap cuaca di Nusa Tenggara Barat. Kondisi cuaca perlu diwaspadai apabila terjadi turun hujan, gelombang laut mencapai 2-3 meter dan kecepatan angin 30 knot atau jarak pandang kurang dari 500 meter yang dapat menghambat lepas landas penerbangan.
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Selaparang Agung Trikumara, walaupun belum menjelma menjadi tropical cyclon, pusat tekanan rendah yang masih mencapai 1.008 milibar ditunggu perkembangannya menunju ke barat daya Australia. Karena berpengaruh kepada angin baratan yang menjadikan tetap stabil maka masih akan terjadi hujan.
Dikatakannya bahwa pusat tekanan rendah itu berada di daratan Australia, kecil peluangnya berubah menjadi tropical cyclon. ”Yang berdampak terhadap Nusa Tenggara apabila bergerak ke laut di utara maupun barat Australia,” katanya. Diperhitungkan setelah memasuki bulan Maret cuaca diyakini tidak lagi mengganggu pelayaran dan penerbangan.
Meskipun di selatan Samudera Indonesia juga terdapat pusat tekanan rendah namun dampaknya tidak sebesar di daerah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Nantinya, sesuai siklusnya, pusat tekanan rendah akan bergeser ke utara katulistiwa setelah bulan April.(supriyantho khafid)

