MATARAM - Ketua DPP Golkar bidang Energi Sumber Daya Mineral Enggartiasto Lukito yang juga anggota Panitia Anggaran DPR RI setuju kalau Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro diganti karena merosotnya produksi minyak Indonesia 124 ribu barel sehari dari target pemerintah semula 1,034 juta barel per hari menjadi 910 juta barel sehari. Turunnya produksi tersebut, menurut pemerintah karena merosotnya sumur minyak yang ada.
Pendapat tersebut disampaikannya disela konvensi calon gubernur NTB di Hotel Novotel Serenting Desa Kuta Lombok Tengah, Kamis (21/2) malam. ”Saya setuju kalau menterinya diganti,” ujarnya.
Turunnya produksi tersebut mengakibatkan pengaruh perubahan APBN sehingga karenanya akan dibicarakan dalam rapat kerja Selasa (26/2) mendatang antara Komisi VII DPR RI dengan Menteri Keuangan. Alasan penurunan produksi ditengarai tidak matangnya perencanaan. Padahal sumur Tangguh telah dijual oleh Menteri ESDM yang sama. ”Tiba-tiba pemerintah mengatakan tidak sanggup,” katanya. Nantinya, pemerintah diminta merinci secara detil penurunan produksi tersebut.
Menurutnya, walaupun harga minyak dunia naik hingga US $ 150, kalau produksi bisa dipertahankan satu juta barel, karena penerimaan dan pengeluaran seimbang, maka tidak akan berpengaruh terhadap APBN.
Untuk mengatasi dampak kenaikan harga minyak, ia mengusulkan harga premium dinaikkan Rp500 per liternya. Sebab, kenaikan harga tersebut bisa mengurangi subsidi Rp10 triliun kalau produksi minyak Indonesia hanya 910 ribu barel sehari.
Selain itu ia juga berpendapat pembangunan harus tetap jalan karena banyaknya kerusakan akibat bencana alam banjir di berbagai daerah.(supriyantho khafid)


