MATARAM - Selama tahun 2008 ini, rencana investasi pengusaha asal negara Timur Tengah di Indonesia diperkirakan mencapai US $ 3-5 miliar. Yang sudah disepakati dilakukan di Tanjung Api-Api dan Bukit Asam Sumatera sudah sekitar US $ 1-2 miliar. Lainnya, Emaar Properties di Lombok Tengah minimal menginvestasikan dananya US $ 600 juta. Menyusul di Bintan Kepulauan Riau, Bali dan Jakarta yang sedang dalam perundingan.
Rencana investasi pengusaha Timur Tengah yang dijaring Utusan Khusus Kerja Sama Indonesia ? Timur Tengah Alwi Shihab dikemukakannya kepada wartawan, selesai pembukaan Indonesia - Middle East Business Forum di Hotel Santosa, Senggigi Lombok, Selasa (19/2). ”Ibaratnya orang jualan sudah dapat penglaris Emaar ke Lombok, yang lain pun menyusul datang,” katanya.
Menurutnya, Lombok dan Bali memang telah menjadi incaran pengusaha Timur Tengah setelah Emaar Properties segera menempatkan modalnya mengelola 1.250 hektar kawasan wisata Mandalika yang disukai keindahan pantainya. Demikian pula di Bali, pengusaha lainnya dari Rakin Uni Arab Emirat sudah akan menangani lahan seluas 130 hektar. ”Hari Selasa ini mereka ada di Bali. Setelah kembali ke Jakarta akan memberikan laporannya,” ujar Alwi yang telah merintis pendekatan menjaring pengusaha asal Timur Tengah tersebut sejak dua tahun terakhir ini.
Ikut hadir dalam perjalanan ke Lombok, 18-20 Pebruari ini tidak hanya Emaar Properties, tetapi juga pengusaha lainnya dari Uni Arab Emirat dan Qatar. Bahkan perbankan pun ikut merespon. Disebutnya Islamic Development Bank, Ras Al Kheimah Investment Authority, Asian Finance Bank milik Qatar Islamic Bank, Dalla al Barakah Bank dan al Hayil Group. ”Cukup meriah ketertarikan mereka ke sini,” ucapnya. Lombok yang dekat Bali diminati Emaar karena pantainya. Dan ditargetkan menjadi destinasi wisatawan keluarga asal Timur Tengah. Rabu (20/2), mereka akan diajak meninjau kawasan wisata Sekotong di Lombok Barat.
Direktur Jendral Asia Pasifik dan Afrika Departemen Luar Negeri (Deplu) RI, Primo Alui Julianto mengutip data Komite Timur Tengah dan OKI Kamar Dagang dan Industri Indonesia, selama tahun 2007 nilai investasi Timur Tengah di Indonesia mencapai US $ 500 juta dan sebaliknya nilai ekspor non migas Indonesia ke Timur Tengah mencapai US $ 2 miliar. Adapun jumlah wisatawannya yang berkunjung ke Indonesia mencapai 58 ribu orang.
Selama ini, dugaannya Indonesia kurang promosi dan juga pemerintah sekarang ini dikenal sebagai pemerintah yang tekun mengatasi korupsi dan membuka peluang sehingga iklim investasi lebih baik dan pengusaha bisa melihat kestabilan ekonomi dan politiknya menjamin kedatangan mereka. ”Sehingga saya tidak kesulitan mengajak mereka datang ke Indonesia. Padahal tidak mudah membuka representarif banknya di Indonesia,” katanya. Bahkan Iran juga akan membuka cabang di Indonesia.
Sewaktu berbicara di depan peserta forum, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata mengemukakan baru tiga kawsan wisata yang telah berkembang. Sisanya, 12 kawasan wisata di daerahnya yang belum digarap. ”Belum maksimal tingkat pemanfaatannya. Ini menunggu kesempatan investasi,” katanya. Apalagi iklim investasi dinyatakan aman dan keterisoliran NTB segera teratasi adanya bandara internasional Lombok yang dapat didarati pesawat berbadan lebar mulai 2010.(supriyantho khafid)


