MATARAM - Maraknya perkosaan terhadap anak di bawah umur di Nusa Tenggara Barat (NTB), mengkawatirkan Gubernur NTB Lalu Serinata. Kecemasan Serinata tersebut menyusul adanya perkara perkosaan yang menimpa gadis di desa. Sabtu (16/2) lalu pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah, seorang anak perempuan berusia 10 tahun, siswa kelas III SDN Calabai warga Dusun Pancasila Desa Tambora tewas karena mengalami perdarahan akibat dua kali diperkosa seorang kakek MY berusia 65 tahun, warga Desa Kandidi di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.
Lainnya, terjadi di Lombok Timur. Seorang anak usia 13 tahun, si Bunga, siswa kelas enam Sekolah Dasar Bagik Payung Selatan Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur diperkosa oleh bapaknya sendiri, AM usia 40 tahun. Rabu (13/2) lalu didapati melahirkan di rumah seorang dukun beranak.
Pada hari yang sama, seorang siswi SMA di kota Bima, Bl, usia 15 tahun, sewaktu berada di rumah kawannya, tiba-tiba dibawa pergi dan diperkosa dibawah ancaman parang di sawah oleh pelakunya, Her, 30 tahun yang sudah memiliki dua orang anak
Menurut Serinata, kepada wartawan di kantornya, Senin (18/2), perbuatan perkosaan tersebut selayaknya dikutuk. ”Masak tidak bisa menahan nafsu,” katanya. Karenanya, ia meminta para orang tua agar tidak meninggalkan anak gadisnya sendirian. Selain itu, juga berencana akan mengaktifkan pengiriman dai ke daerah yang diduga menurun kegiatan pendidikan moralnya.
Ia menduga anak-anak gadis kebanyakan ditinggal para orang tuanya terutama ibunya yang pergi berladang berpindah-pindah. Oleh sebab itu, juga diperlukan adanya pola rumah asuh untuk anak-anak yang ditinggalkan pergi berladang para orang tuanya.(supriyantho khafid)


