MATARAM - Selama bulan Januari 2008, inflasi yang melanda kota Mataram mencapai 1,70 persen akibat mahalnya harga beras. Posisi inflasi kota Mataram berada di urutan ke-21 dari 45 kota se Indonesia. Hingga hari ini, beras kwalitas C4 Super Galih sudah mencapai Rp6.000 dari sebelumnya Rp5.700 per kilo.
Dibanding sebulan sebelumnya, Desember 2007, mengalami peningkatan dari inflasi sebelumnya sebesar 1,68 persen. Waktu itu, komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan inflasi adalah bawang merah.
Menurut Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat (BPS NTB) Sumarwiyanto, kelompok yang memberikan sumbangan inflasi terbesar bulan Januari 2008 lalu adalah bahan makanan sebesar 1,53 persen. ”Sedangkan komoditas yang paling dominan adalah beras, sebesar 0,79 persen,” katanya kepada LombokNews, Sabtu (16/2).
Enam indeks kelompok barang dan jasa yang kenaikan harganya menyebabkan inflasi di Mataram adalah kelompok bahan makanan sebesar 4,89 persen. Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,29 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,11 persen. Kelompok sandang sebesar 1,60 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,06 persen. Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen. Sedangkan indeks kelompok barang dan jasa yang mengalami penurunan yaitu kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen.(supriyantho khafid)


