Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Saturday, 16 February 2008 • EKONOMI

MATARAM - Tenggat tawaran divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) untuk memperoleh dua saham sahamnya sampai Jum?at (15/2) telah lewat sehari. Pemprov NTB tetap bersikukuh konsorsium yang menyertakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa (KS) memperoleh 10 persen saham NNT membayar sendiri tanpa menggunakan bantuan pinjaman dana yang ditawarkan. NNT dituduh tidak berkeinginan melepas saham-sahamnya karena takut kehilangan kendali terhadap perusahaan tambang tembaga di Kecamatan Jereweh KSB tersebut.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Humas Pemprov NTB Ibnu Salim di Mataram, Sabtu (16/2). Sedangkan Gubernur NTB Lalu Serinata sudah dua hari ini bersama KSB dan KS berada di Jakarta berunding dengan Direktur Jenderal Mineral Batu Bara dan Panas Bumi (Minerba) dan Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal untuk menyelesaikan divestasi tersebut. ”Kami tetap menuntut 10 persen sahamnya direalisasikan kepada konsorsium pemerintah daerah,” ujar Ibnu Salim.

Selain itu PT NNT juga diminta untuk memperhatikan kesepahaman konsorsium yang telah bersepakat untuk membayar semua sisa saham sebanyak 31 persen yang harus didivestasikan kepada pihak Indonesia ? baik pemerintah maupun pengusaha nasional. Kenyataannya malah memaksakan kehendaknya menawarkan bantuan pinjaman pendanaan menghalangi proses nasionalisasi oleh perusahaan nasional. ”Kalau pakai uang Newmont kan bukan melaksanakan kontrak karya. ”Bussines to Bussines itu bisa terjadi kalau pemerintah tidak menghendaki,” ujarnya.

Dibantahnya penegasan PT NNT yang menyatakan Pemprov NTB tidak menjawab tawaran yang diberikan. Menurut Ibnu Salim, tawaran PT NNT berusaha menghalangi pembayaran saham yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah bersama mitra bisnisnya. PT NNT tidak mengarah kepada realisasi pengalihan saham oleh pemerintah daerah. Sebelumnya, KSB akan membayar jatah saham tiga persen senilai US $ 109 juta dan tujuh persen oleh Pemprop NTB senilai US $ 282 juta. Tetapi kemudian KS tersendiri menerima tawaran yang diberikan kepadanya sebesar dua persen senilai Rp1,6 triliun.

Setelah mendapatkan surat peringatan lalai dari Dirjend Minerba Simon F Sembiring, Senin (11/2) lalu yang juga memberikan tenggat penyelesaian penjualan saham asing hingga Jum’at (22/2) pekan depan, sebaliknya pihak pemegang saham asing yaitu Newmont Indonesia Limited (NIL-Amerika Serikat) dan Nusa Tenggara Mining Corporation (NTMC-Jepang) memberikan tenggat kepada Gubernur NTB sebelum Jum’at (15/2) kemarin.

Alasannya, karena mendesaknya permasalahan ini, dengan sangat terpaksa akan mempertimbangkan kemungkinan divestasi saham-saham tersebut kepada KS atau KSB atau pihak peserta Indonesia lainnya yang memenuhi persyaratan berdasarkan kontrak karya. ”Apabila kami tidak mendapatkan jawaban dari Bapak pada tanggal 15 Pebruari 2008,” ujar dua orang pejabat yang berwenang yang tidak dicantumkan namanya dari NIL-Amerika Serikat dan NTMC-Jepang yang menanda tangani surat bernomor : 054/NIL-NTMC/II/2008 tanggal 13 Pebruari 2008.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/20/2008 06:08 am | 5 Comments
» 3 KELOMPOK PETANI ANGGREK DIBANTU RP750 JUTA
11/20/2008 12:49 am | 1 Comment
» PEMPROV NTB SIAPKAN LAYANAN KESEHATAN
11/19/2008 10:53 pm | 1 Comment
» ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN 4-9 PERSEN
11/19/2008 09:09 pm | 1 Comment
» NTB TERIMA RIBUAN GURU BARU
11/19/2008 02:31 pm | 6 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge