MATARAM - Selama 2007, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengeluarkan dana sebesar Rp26,7 miliar untuk program-program pengembangan masyarakat. Dana tersebut terserap dalam pelbagai program infrastruktur, pengembangan kapasitas masyarakat baik yang melalui PTNNT maupun Yayasan Pengembangan Ekonomi Sumbawa Barat (YPESB) dan Yayasan Olat Perigi (YOP).
Rata-rata setiap tahun, PT NNT menganggarkan dana pengembangan masyarakat sekitar Rp25 miliar. Namun pada 2007 ini terjadi peningkatan sebesar Rp1,7 miliar disebabkan adanya beberapa proyek infrastruktur yang tidak terjadual.
Selama tahun 2007, PT NNT menyelesaikan 75 proyek infrastruktur. Dari jumlah tersebut, 66 proyek terselesaikan tepat waktu dan 9 proyek saat ini masih berjalan. Salah satu proyek infrastruktur yang besar adalah pembangunan bendung Tiu Sepit di Tongo Sejorong. Pembangunan bendung ini menelan dana sebesar Rp7,35 miliar dan diharapkan mampu mengairi lahan seluas 90 hektar.
Saat ini baru fasilitas bendung yang telah selesai dibangun. Pada 2008 ini, akan diselesaikan pembangunan saluran irigasinya sepanjang 6,7 km. ”Alhamdulillah, sebagian besar proyek 2007 terlaksana dengan baik dan hanya sedikit proyek infrastruktur yang belum terlaksana karena masalah lahan,”kata Manajer Senior Hubungan Eksternal PTNNT Malik Salim dalam keterangan pers yang diterima di Mataram, Jum’at (15/2).
Selain bendung, PT NNT juga menyelesaikan beberapa fasilitas lain seperti pembangunan Gedung Serbaguna Tongo, Sistem Air Bersih di SP2, Puskesmas Pembantu Tongo dan lain-lain.
Di bidang kesehatan pada 2007, PT NNT juga melakukan upaya penurunan kasus penyakit malaria (SPR - Slide Positivity Rate) menjadi sebesar hanya 1,5 persen. Hasil ini diperoleh berkat dilakukannya program pengendalian penyakit malaria di lingkar tambang. Pada 2006 SPR di sini tercatat sebesar empat persen. Sekarang sudah jarang orang meninggal karena malaria di lingkar tambang. ”Hal ini menjadi prestasi yang luar biasa bagi kami,” kata Malik Salim.
Prestasi lain di bidang kesehatan yaitu terjadinya penurunan jumlah balita gizi buruk atau Balita Bawah Garis Merah - BGM sebesar kurang dari 1 persen khusus untuk tiga kecamatan di lingkar tambang yang dicapai dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan secara intensif melalui kader kesehatan dan posyandu.
Sementara itu di bidang pendidikan, PTNNT memberikan 941 beasiswa bagi pelajar/mahasiswa berprestasi dan bantuan pendidikan untuk 500 murid tidak mampu selama 2007. Sedangkan program-program pendidikan lain seperti pelatihan guru, program keaksaraan fungsional, bantuan dana operasional sekolah dan lain-lain, terus dilaksanakan.
Pelbagai program pengembangan masyarakat yang dititik beratkan pada pengembangan usaha dan pemberian bantuan permodalan juga dilakukan juga oleh Yayasan Pengembangan Ekonomi Sumbawa Barat (YPESB) dan Yayasan Olat Perigi (YOP) yang sepenuhnya dibiayai oleh PT NNT.
Pada 2007, YPESB melakukan pelbagai program pembinaan dan pengembangan usaha mikro-kecil seperti pembinaan usaha pengolahan makanan berbasis rumah tangga, pengembangan usaha kerajinan tangan dan pembinaan pengusaha lokal.
Selain usaha mikro kecil, YPESB juga melakukan program pengembangan masyarakat pesisir melalui program usaha budidaya rumput laut dan program pengolahan ikan. YPESB juga melakukan program pengembangan potensi wisata di lingkar tambang.
Demikian pula YOP, dalam melakukan program pengembangan masyarakat beberapa program telah dilakukan diantaranya bantuan traktor tangan kepada 10 kelompok. YOP juga memberikan dana modal usaha baik perorangan maupun kelompok bagi lebih dari 500 petani, nelayan dan pedagang.
Pada 2008 ini, akan dilanjutkan pelbagai proyek pengembangan masyarakat yang telah direncanakan termasuk 50 proyek infrastruktur di lingkar tambang. Selain itu, YOP juga akan membuka kantor perwakilan di Kecamatan Seteluk dan Brang Rea untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berada di dua kecamatan tersebut.(supriyantho khafid)


