MATARAM - 240 orang kepala sekolah dan guru se Nusa Tenggara Barat (NTB) dilatih untuk mengelola jaringan internet di sekolah masing-masing. Selain itu, 175 orang pemuda asal kabupaten dan kota se NTB juga tengah menjalani pendidikan program Diploma III Teknik Komputer Jaringan sebagai calon tenaga teknisi dari program Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas).
Pelatihan dan pendidikan tersebut difasilitasi oleh Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional (PKLN-Depdiknas). Ditargetkan semua semua sekolah di NTB memiliki fasilitas internet yang gratis disiapkan oleh pemerintah. ”Targetnya, agar keterampilan tersebut dapat ditularkan seluruh warga belajar di sekolah masing-masing,” kata Direktur Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIKOM) Mataram Ir Lalu Darmawan Bakti M.Sc kepada LombokNews, Jum’at (8/2) malam.
Adapun materi pendidikan mereka meliputi mata kuliah Komputer, Multi Media, Manajemen Jaringan, Pemrograman, Organisasi Komputer, Arsitektur Komputer, Keterampilan Komputer Pengelola Informasi, Pemrograman Java.
Setiap mahasiswa program Diploma III Teknik Komputer Jaringan tersebut memperoleh subsidi pembiayaan sebesar Rp200 ribu per bulan yang dibayarkan kepada AMIKOM Mataram. Demikian pula kepada mahasiswanya langsung diberikan subsidi transportasi Rp200 ribu per orang per bulan.
Terobosan Biro PKLN-Depdiknas ini juga untuk memudahkan mendapatkan akses informasi kepegawaian guru termasuk nomor pokok dan nomor induk siswa. Saat ini, fasilitas ini sudah tersambung ke 11.000 sekolah di 480 kabupaten-kota se Indonesia.
Semula, diakui oleh Darmawan, ada kepala sekolah di NTB yang menentang kehadiran fasilitas internet. Penolakan tersebut karena adanya kekawatiran pengaruh pornografi yang bisa diakses dari portal yang memuatnya. ”Memang ada negatifnya. Tapi kan lebih banyak sisi positifnya,” katanya.(supriyantho khafid)


