MATARAM - Promosi obyek wisata di Lombok Barat yang menjadi primadona kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat masih minim. Setahun, 2008 ini hanya memperoleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) sebanyak Rp928 juta atau kurang dari lima persen dari pajak hotel restoran di Lombok Barat tahun 2007 lalu sebesar Rp18 miliar. Semestinya, idealnya dibutuhkan 15 persen.
Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Lombok Barat Tjokorda Suthendra Rai mengatakan bahwa besarnya anggaran untuk pariwisata yang ditetapkan sebagai sektor prioritas ternyata berada di urutan ke 12. ”Kadang-kadang komitmen terhadap pariwisata menjadi kabur. Kalau menjadi prioritas, seharusnya dukungan dananya nomor dua,” katanya.
Menurutnya, adanya kesenjangan menyebabkan tidak jelasnya komitmen terhadap industri pariwisata. Padahal pajak hotel dan restoran yang menghasilkan Rp18 miliar itu adalah 58 persen dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp38 miliar. Diakuinya bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat masih konsentrasi pembangunan pendidikan dan kesehatan. ”Masih terjadi tarik menarik kepentingan politik. Terjadi tarik ulur dengan pemegang kebijakan,” ucapnya.
Sebenarnya, dari APBD 2008 Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Lombok Barat disebutkan menerima alokasi dana sebesar Rp3,7 miliar. Namun, diluar promosi juga digunakan pembenahan obyek Rp1,1 miliar dan lainnya pembinaan seni budaya, penyuluhan, pemberdayaan masyarakat dan pembinaan sarana dan usaha pariwisata.
Selama tahun 2007, obyek wisata di Lombok Barat 2007 didatangi lebih 253.000 orang. Terinci wisatawan mancanegara 130.000 orang dan wisatawan nusantara lebih dari 120.000 orang. Kebanyakan mereka mendatangi kawasan pulau wisata Gili Trawangan dan Senggigi. Jumlah tersebut meningkat 12 persen dari setahun sebelumnya, 2006. ”Cukup menggembirakan walau tidak signifikan,” ujarnya. Sejumlah dana promosi pariwisata Lombok tersebut akan digunakan untuk empat kali promosi di luar negeri dan tujuh kali di dalam negeri.
NTB termasuk satu dari lima daerah unggulan pariwisata di Indonesia. Untuk Visit Indonesia Years 2008, dari 100 event nasional sebagai ajang promosi 100 tahun kebangkinan nasional, ada lima atraksi wisata yang berasal dari NTB. Dua atraksi core event adalah Bau Nyale (Menangkap Cacing Laut) di Lombok Tengah, Internasional Surfing di Pantai Lakey Huu Dompu. Sedangkan tiga supporting event yaitu Bulan Apresiasi Budaya NTB, Festival Senggigi di Lombok Barat dan Ua Pua di Kabupaten Bima. Juga direncanakan adanya Rinjani Tambora Mountaining Chalenge yang masih menunggu penetapan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.(supriyantho khafid)

