Lombok Sumbawa Online
Google
 
Saturday, 26 January 2008 • DAERAH

MATARAM - Sabtu (26/1) pagi, sebanyak 136 bangunan liar pedagang kaki lima di sepanjang jalan kawasan wisata Senggigi dibongkar dalam rangka penertiban. Ada yang dibongkar sendiri oleh pemiliknya dan 10 bangunan lainnya yang sudah ditinggalkan terlantar lebih enam bulan dirobohkan oleh anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Senggigi Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat.

Para pedagang rokok, minuman dan makanan tersebut membongkar bangunan semi permanen yang didirikannya sekak lima tahun terakhir memenuhi perintah Pokdarwis, karena bangunannya menimbulkan pemandangan kumuh di kawasan unggulan pariwisata di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). ”Jam 12 harus sudah beres. Kalau tidak dirobohkan warga,” kata Camat Batu Layar Galuh Maharani kepada LombokNews.

Muridan, 45 tahun, janda bercucu empat orang, merupakan salah seorang pedagang di atas tanjakan Sheraton harus membongkar warungnya berukuran empat kali enam meter di pinggir tebing. ”Saya dibatasi Sabtu pagi ini harus bongkar tempat jualan ini,” katanya.

Sebanyak 25 krat minuman bersama botol kosong dijualnya Rp20 ribu per krat. Sedangkan kayu-kayu bangunan dan tempat jualannya dibawa pulang ke rumahnya di Dusun Gunung Buntut Desa Batu Layar - sekitar 10 kilometer dari Senggigi. Sebanyak tiga kali angkut yang ongkos bongkarnya Butuh tiga kali angkot memerlukan biaya Rp150 ribu untuk tiga kali jalan. Ongkos bongkarnya Rp100 ribu. ”Modal saya Rp1 juta habis,”ujarnya.

Sehram, 50 tahun, yang juga berasal dari Desa Batu Layar, yang berjualan kopi, jagung dan kelapa muda, juga membongkar warungnya ditanjakan Sheraton yang telah 15 tahun ditempatinya berjualan. ”Tidak ada penjelasan dimana lokasi baru. Tidak ada janji yang diberikan,” kata Sehram bersama istrinya, Rahmawati membongkar barang jualannya. Seperti Muridan, seharinya jualannya Sehram laku sekitar Rp100 ribu-Rp200 ribu.

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima NTB Irwan Prasetia mengatakan sudah memperoleh janji dari Camat Batu Layar Galuh Maharani, mereka bisa tetap berjualan. ”Asal tempat berjualannya bongkar pasang,” ucapnya. Selain itu juga minta difasilitasi pinjaman bank dan menyediakan lokasi yang disiapkan untuk PKL.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa Senggigi Syafii menyatakan penertiban (menolak disebut penggusuran) yang dilakukan ini demi Senggigi yang bersih dan indah. ”Di Senggigi ini barometer NTB, ” katanya. Apalagi ada yang ditengarainya sebagai tempat berbuat mesum.

Di lokasi lain, di depan pantai Senggigi Bech Hotel, pada waktu yang bersamaan diselenggarakan peluncuran Visit Indoneisa Year 2008 NTB yang diselenggarakan para pelaku pariwisata yang dihadiri Gubernur NTBÿLalu Serinata dan Wakil Gubernur NTBÿBonyo Thamrin Rayes. Sebelum dilakukan bersih-bersih pantai oleh seribuan orang, dibacakan deklarasi Senggigi oleh General Manager Sheraton Senggigi Resort Lombok dari Lombok Hotel Association untuk pembangunan pariwisata NTB yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mapan dan berkelanjutan.(supriyantho khafid)

5 Comments »
  • Coba hal tersebut dilakukan jauh-jauh tahun sebelumnya. Aman, Indah, Bersih dan Rapinya Lombok, kan semua sama-sama diuntungkan. Seperti orang yang akan sakit. Kalau sakitnya sudah parah betul, baru panik untuk berobat.

    Comment by Mr.Cappuccino — January 27, 2008 @ 1:48 am

  • Anggak pernah ada sifat terlambat dalam membersihkan, Go lombok! Masyarakat yg buang sampah di tempat umum harus kena denda bukan berarti harus bayar dgn uang tapi di kenakan kerja bhakti for sosial environment gitu lho

    Comment by Owen — January 27, 2008 @ 2:49 am

  • kalo dipikir harusnya dibuat suatu area khusus tempat pedagang lokal kayak taman kuliner daerah.klo masalh kebersihan kayaknya memang masyarakat lombok kurang sadar…buktinya di kawasan pantai senggigi banyak sampah sisa makanan…
    ayo orang lombok semangat jangan menyerah…
    jaga kebersihan biar bule2 betah berjemur di senggigi…

    Comment by kanak kocet — January 27, 2008 @ 5:03 am

  • Senggigi bukan PASAR BERAS! pemerintah harus tegas, masyarakat senggigi juga, jgn hanya mikirin bati yg tidak seberapa, sedangkan efeknya sebenarnya malah buang BATI yang besar! hilangkan budaya KUMUH, EKEK, SEMRAWUT ! Pariwisata tempat berwisata, cuci mata, masak liat pemandangan EKEK, semakin dibiarkan, semakin EKEK! ingat, senggigi bukan PASAR BERAS!
    kalo dibiarkan, bisa makin tidak bermoral, jualan sembarangan, BUKAN TANAH NENEKMU INI !

    Comment by orang senggigi juga — January 27, 2008 @ 12:14 pm

  • ASONGAN JUGA, biarkan tamu2 sante berjemur.. jangan terus dijejali/dipaksa kalau tidak mau, malah bikin mereka bawa cerita buruk waktu pulang, mereka berlibur, cari ketenangan.
    LIAT BALI, tertib, asongan juga ditertibkan, harus pke tanda pengenal.. jd tidak ada yang macam2. sudah tidak jaman lagi orang kampungan!

    Comment by DIEM LU — January 27, 2008 @ 12:19 pm

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » TEMBAKAU VIRGINIA LOMBOK TERBAIK KETIGA DUNIA
    09/06/2008 01:10 pm | 1 Comment
    » MUHARRAR TIDAK LOLOS VERIFIKASI, WARGA DEMO KPUD
    09/05/2008 08:30 pm | 10 Comments
    » PETANI NTB DIMINTA TIDAK TANAM PADI
    09/04/2008 08:29 pm | 1 Comment
    » AKHIRNYA PEMERINTAH TETAPKAN 1 RAMADHAN
    09/04/2008 04:10 pm | 1 Comment
    » KETUA MUI NTB MINTA PERTIMBANGKAN FATWA HARAM MEROKOK
    09/04/2008 03:56 pm | 1 Comment
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge