Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Thursday, 24 January 2008 • EKONOMI

MATARAM - PT Pengembangan Pariwisata Lombok (PPL) yang menguasai 1.250 hektar lahan kawasan wisata Mandalika di Lombok Tengah diakuisisi oleh PT Pengembangan Pariwisata Bali (PPB) - selama ini mengelola kawasan wisata Nusa Dua Bali. Selanjutnya berganti nama PT Pengembangan Pariwisata Bali Lombok (PPBL) akan membentuk perusahaan patungan (Joint Venture Corporation) dengan Emaar Properties LLC Dubai untuk mengembangkan kawasan wisata terpadu Mandalika tersebut.

Proyek pengembangan kawasan pariwisata tersebut sudah dibahas sebelumnya melalui dua kali pertemuan tingkat menteri dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta. ”Untuk segera ditanda tanganinya kesepakatan kesepahamannya, dilakukan klarifikasi permasalahannya di sini,” kata Asisten I Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat Sirojul Munir kepada wartawan, selesai rapat tim klarisifikasi, Kamis (24/1). Ini adalah pembahasan kedua kalinya setelah pertemuan pertamanya, Senin (21/1) lalu.

Untuk kesediaan investasi senilai Rp6 triliun di sana, Emaar Propertis membutuhkan dukungan infrastruktur jalan utama tiga jalur dari bandara internasional Lombok yang sedang dibangun. Juga meminta tersedianya air bersih sebanyak 30.0000 meter kubik per hati.

Emaar juga meminta klarifikasi penguasaan area seluas 1.175 hektar yang telah dikuasai PPL merupakan tanah dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan (HPL) dengan Pemerintah Provinsi NTB sebagai pemegang HPL kemungkinanpengubahannya menjadi HGB di atas Tanah Negara (HGB Murni).

PPL adalah perusahaan bentukan PT Rajawali Corporation (RC) nya Pieter Sondakh dengan PT Tridan Satria Putra Indonesia (TSPI)nya keluarga Cendana Soeharto menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Ternyata, kredit yang digunakannya untuk pengusahaan kawasan tersebut yang diperolehnya sebesar Rp1,379 triliun bermasalah sehingga diambil alih oleh PT Perusahaan Pengelola Aset.

Semula kepemilikan saham PT PPL sebanyak 200 lembar senilai Rp2 miliar sebagai modal dasar dipegang PT RC sebanyak 65 persen atau 130 lembar senilai Rp1,3 miliar dan Pemprov NTB memegang 35 persen atau 70 lembar senilai Rp700 juta. Kemudian, melalui rapat tahunan pemegang saham yang berlangsung 24 Nopember 1995, dilakukan peningkatan modal dasar menjadi Rp150 miliar dan masuklah TSPI sehingga komposisi kepemilikan saham berubah, RC memegang 45 persen atau senilai Rp67,5 miliar, TSPI memiliki 45 persen atau Rp67,5 miliar. Sedangkan Pemprov NTB menjadi hanya 10 persen atau Rp15 miliar.(supriyantho khafid)

1 Comment »
  • Pengembangan pariwisata Lombok memang harus terintegrasi dengan Bali untuk menciptakan besaran kapasitas produksi yang efisien (skala ekonomis), namun tidak dalam posisi subordinat satu sama lain. Artinya Lombok bukan wilayah pengaruh Bali atau sebaliknya. Yang dikembangkan adalah mekanisme komplementer antarwilayah. Jangan sampai Lombok ditempatkan sebagai “wilayah pinggiran” yang dibuat tergantung oleh Bali. Pengembangan BIL adalah salah satu insentif bagi terjaganya konstelasi keseimbangan kawasan. Mekanisme pasar lah yang nanti akan menentukan mana yang akan berkembang secara prosedural, bukan oleh tekanan-tekanan struktural berupa ketiadaan infrastruktur aksesibilitas ke luar yang dimanfaatkan (salah gunakan) sebagai cara meraih keuntungan sendiri sebagaimana yang terjadi selama ini. Untuk itu menyikapi pembentukan Badan Pengelola Pariwisata Bali Lombok yang ada, sudah saatnya bagi Pemda NTB, Pemkab/kota se-Lombok, masyarakat dan dunia usaha lainnya untuk berbenah, minimal mempersiapkan kondisi yang dapat dilakukan untuk meraih peluang yang akan datang tersebut secara memadai agar menjadi “tuan di negeri sendiri” tidak hanya menjadi “penonton”. Perlu disusun road map untuk pengembangan daerah selanjutnya yang pro “affirmative policy” (kebijakan keberpihakan pada masyarakat lokal). Inilah wadah bagi upaya pengembangan wilayah Lombok di masa depan. Adanya aktivitas pariwisata yang dikelola dengan profesional, infrastruktur yang memadai, kebijakan yang kondusif, kemamanan dan kenyamanan lingkungan, sebagai prasyarat dan disukung oleh sektor lainnya Insya Allah Lombok bisa makmur sejahtera. Amin

    Comment by Lale Hartika Wulan — January 25, 2008 @ 4:46 pm

  • Leave a comment








    Recent Comments
    » KELUARGA TIGA TKI LOMBOK TIMUR MENERIMA SANTUNAN MASING-MASING RP37 JUTA
    05/17/2012 02:36 pm | 1 Comment
    » KARENA DIRUGIKAN PEMBERITAAN, DOSEN FH UNRAM GUGAT RP7,5 MILIAR
    05/16/2012 07:19 am | 2 Comments
    » HERYADI RACHMAT MERILIS BUKU GEOWISATA NTB
    05/15/2012 11:08 am | 4 Comments
    » DAYA BELI GABUNGAN PETANI NTB 95,53
    05/15/2012 10:27 am | 1 Comment
    » SELAMA 2011 DIDUGA TERJADI 61 KASUS KORUPSI DI NTB
    05/14/2012 08:46 pm | 1 Comment
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com