JAKARTA - Kerajaan Arab Saudi memang negara kaya. Ketika terjadi bencana kematian sekitar 5.000 ekor onta ahir-akhir in, Raja Abdullah segera mengeluarkan maklumat agar rayatnya tidak gunah gulana karena kematian itu. Sang Raja berjanji akan mengganti uang sebesar 20.000 Riyal per-ekor, atau sekitar Rp50 juta.
Mungkin, ini menjadi onta mati termahal di dunia. Sebab, onta hidup saja harga Zulhijjah yang diperlukana untuk korban dan dam haji harganya hanya sekitar 2.200 Riyal atau setar Rp 55 juta. Janji ini dikemukakan Menteri Dalam negeri Pageran Nayef bin Abdul Aziz yang dikutip harian Arab News edisi Kamis 10 Januari.
Menurut Nayef, Raja Abdullah memang raja yang humanis yang tak ingin melihat kesedihan rakyatnya yang tertmpa musibah matinya sekian banyak onta peliharaan yang menjadi tumpuan hidup mereka. Menurut Menter Pertanian Kerajaan Arab Saudi Dr. Fahd Balghunaim, kematian itu karena infeksi karena virus. Hal ini berdasarkan hasi tes laboratorium di dalam dan luar negeri Arab Saudi.
”Semula memang diperkirakan ada unsur keracunan pestisida, syanida, nitrat, urea, phenol, dan benda yang mengandung radio aktif. Tapi, dari hasilnya kemudian diketahui bahwa onta-onta itu mati karena alergi yang tinggi terlihat dari kandungan salinomycin yang ada,” kata Balghunaim.(depag/mch/Musthafa Helmy)




